Memusuhi dan Melawan Setan

Setan merupakan makhluk Allah yang terbuat dari api. Dia akan selalu menggoda manusia dan menjerumuskan manusia ke lembah kemaksiatan. Oleh karena itu, setiap manusia hendaklah memusuhi setan, tidak mengikuti bujuk rayunya.

Allah berfirman dalam surat An Nuur ayat 21, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barang siapa yangmengikuti langkah-langkah setan, maka setan itu memerintahkan perbuatan keji dan mungkar. Seandainya tidak ada karunia Allah atas kamu dan rahmat-Nya, maka tidak akan bersih seorangpun dari kamu untuk selama-lamannya. Tetapi Allah membersihkan orang yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Makna dari ayat di atas ialah perilaku dan perbuatan setan, yaitu janganmenempuh jalan setan dan jangan mengikuti jejaknya serta bisikannya dengan menyebarluaskan perbuatan keji dan mendengarkan kebohongan serta mengatakannya.

Firman Allah, ‘Seandainya karunia Allah tidak ada pada kamu dan juga rahmat-Nya), yaitu dengan taubat tentu tidak seorang pun dari kita yang bisa bersih dari dosa sampai akhir masa. Tetapi Allah membersihkan orang-orang yang bertaubat dengan menerima taubat mereka berkat belas kasih dan kemurahan-Nya.

Penyebab hati mati dan tidak dikabulkan doa

Ibrahim bin Adham pernah berjalan di pasar Bashrah. Kemudian dia ditanya oleh orang yang ada disana, “Hai Abu Ishaq, sesungguhnya Allah telah berfirman dalam kitab-Nya, ‘Berdoalah kamu kepada-Ku tentu Aku akan mengabulkanmu.’ Dan kamipun telah berdoa sejak lama tetapi kami belum dikabulkan.”

Kemudian Ibrahim bin Adham menjawab, “Hai penduduk Bashrah, hatimu mati dari sepuluh hal. Lalu bagaimanakah dikabulkan doamu?

  1. Kamu telah mengenal Allah tetapi kamu tidak memenuhi hak-Nya.
  2. Kamu telah membaca Al Quran, tetapi kamu tidak mengamalkannya.
  3. Kamu mengaku cinta Rasulullah saw, tetapi kamu meninggalkan sunnahnya.
  4. Kamu mengaku memusuhi setan, tetapi kamu mengikuti dan menyetujuinya.
  5. Kamu mengaku akan masuk surga, tetapi kamu tidak beramal untuknya.
  6. Kamu mengaku akan selamat dari neraka, tetapi kamu lemparkan dirimu ke dalamnya.
  7. Kamu berkata bahwa kematian itu nyata, tetapi kamu tidak mempersiapkan diri menghadapinya.
  8. Kamu sibuk dengan kesalahan saudaramu tetapi kamu tidak melihat kesalahanmu sendiri.
  9. Kamu telah makan kenikmatan dari Tuhanmu, tetapi kamu tidak mau bersyukur kepada-Nya.
  10. Kamu telah menguburkan orang-orang matimu tetapi kamu tidak dapat mengambil pelajaran dengan mereka.

Di dalam Al Khabar disebutkan bahwa apabila datang waktu shalat maka Iblis terkutuk memerintahkan anak buahnya untuk berpencar dan mendatangi semua manusia serta menyibukkan mereka dari shalat.

Datanglah setan kepada orang yang hendakn mengerjakan shalat, disibukkannya orang itu sehingga dia mengakhirkan shalat dari waktunya. Jika setan tidak berhasil untuk itu diperintahkannya orang itu untuk tidak menyempurnakan ruku’, sujud, bacaan dan tasbih dari shalat itu. Jika dia tidak berhasil untuk itu disibukkanlah hati orang itu dengan kesibukan-kesibukan duniawi.

Jika dia tidak berhasil sedikitpun dari maksud-maksud itu pergilah dia dengan tangan hampa dan hina. Lalu Iblis terkutuk memerintahkan supaya setan tersebut diikat dan dilempar ke laut. Tetapi jika setan itu berhasil untuk salah satu dari maksud tersebut maka Iblis memuliakan dan mengagung-agungkannya.

 

Sumber: Durrotun Nasihin