Keutamaan Mengunjungi Saudara Karena Allah

Dalam melakukan muamalah hendaknya kita selalu ikhlas dan karena Allah. Berhubungan baik dengan sesama, dengan saudara, kerabat, rekan kerja, dan lain sebagainya.

Seseorang yang mengunjungi saudaranya karena Allah, akan memiliki manfaat, keutamaan yang luar biasa dari Allah. Hal ini sesuai dengan kisah yang akan diuraikan di bawah ini.

Diriwayatkan bahwa ada dua orang bersaudara karena Allah bertemu. Seorang dari mereka berkata kepada yang lainnya, “Darimanakah engkau datang?” yang lain menjawab, “Aku telah beribadah haji ke Baitullah Al Haram dan berziarah ke kubur Nabi Muhammad saw. Lalu engkau sendiri dari mana?”

Laki-laki pertama menjawab, “Dari berkunjung kepada saudaraku yang aku cintai karena Allah.” berkatalah lakilaki kedua, “Apakah engkau mau memberikan keutamaan kunjunganmu kepadaku dan aku pun memberikan keutamaan ibadah haji kepadamu.”

Laki-laki pertama menundukkan kepalanya beberapa saat, dan tiba-tiba ada suara hatif berkata, “Mengunjungi saudara di dalam Allah (persaudaraannya karena Allah) adalah lebih utama daripada seratus kali ibadah haji sunat.”

Diceritakan dari sebagian ulama mengenai firman Allah dalam surat Yusuf ayat 16, Dan mereka datang kepada ayah mereka di sore hari sambil menangis.”

Yakni berpura-pura menangis, sedang mereka membawa seekor srigala yang mereka tangkap dengan paksa. Mereka berkata kepada ayahnya, “Srigala ini telah menerkam putramu Yusuf.”

Lalu Nabi Ya’qub berduaan dengan serigala itu dan mengerjakan shalat dua rakaat. Kemudian berkata, “Hai serigala, betulkah engkau menerkam puteraku dan kegambiraan mataku?” kemudian Allah menjadikan serigala itu bisa berbicara, dan menjawab, “Ma’aadzallaah (Aku berlindung kepada Allah) ya Nabi Allah, sesungguhnya daging Nabi tidak boleh dimakan, tanah, api dan binatang buas. Tetapi mereka menangkapku dengan paksa lalu membawaku menghadapmu.”

Berkatalah Nabi Ya’qub, “Hai serigala, bagaimana engkau dapat jatuh pada tangan mereka? Darimana engkau datang dan mau kemana?”

Serigala menjawab, “Aku datang dari negeri Jurjan dan mau pergi ke Kan’an, untuk mengunjungi saudaraku karena Allah.”

Nabi Ya’qub bertanya lagi, “Mengapa engkau mengunjunginya?” Serigala menjawab, “Karena bapakku menceritakana hadits dari kakekku, dan kakekku dari kakekmu Nabi Ibrahim Al Khalil bahwa dia berkata, ‘Barang siapa yang mengunjungi saudaranya dalam perkara Allah (persaudaraan karena Allah), maka Allah akan menulis untuknya seribu kebaikan, menghapus dari dirinya seribu kejahatan, mengangkat derajatnya seribu derajat, menyelamakannya dari siksa pada hari kiamat dengan sebab kunjungannya itu kepada saudaranya, dan mengumpulkan dia dengan saudaranya itu di surga seperti jari telunjuk dan jari tengah.” Maka sekarang aku ingin mengunjungi seekorserigala yang menjadi saudara susuanku. Tetapi aku mendengar kematiannya, maka menyusahkan aku kematiannya itu.”

Nabi Ya’qub berkata, “Tulislah hadits ini dari serigala itu.”

Sesungguhnya, serigala saja mengunjungi saudaranya dalam urusan Allah untuk mencari pahala dari Allah dan keselamatan dari siksa-Nya, dan dikumpulkannya dengan saudaranya di surga. Lalu bagaimana kita tidak menginginkan pahala dari Allah dengan mengunjungi saudara-saudara kita.

Pahala orang yang saling mengunjungi karena Allah

Diriwayatkan dari Anas ra, dia mengatakan bahwa Nabi Muhammad bersabda, “Tiada seorang hamba yang mengunjungi saudaranya karena Allah, kecuali Allah berfirman dalam kerajaan Arasy-Nya, “Hamba-Ku telah mengunjungi Aku dan Aku harus menyuguhnya. Aku tidak ridha untuk suguhan hamba-Ku itu selain surga.”

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Muhammad bersabda, “Ada seorang laki-laki telah keluar dengan mengunjungi saudaranya karena Allah. Lalu Allah menyiapkan di tangga rumahnya seorang malaikat. Berkatalah malaikat itu, ‘Kemana engkau?’ dia berkata, ‘Aku hendak ke rumah Fulan.’ Malaikat bertanya, ‘Apakah karena akrabnya dengan engkau?’ dia menjawab, ‘Tidak.’ malaikat bertanya, ‘Apakah karena sebuah kenikmatan pada saudaramu itu yang kau harapkan.’ Diapun menjawab, ‘Tidak.’ malaikat bertanya lagi, ‘Lalu untuk apaengkau mengunjunginya?’ dia menjawab, ‘Sesungguhnya aku mengasihinya karena Allah.’ malaikat berkata, ‘Sesungguhnya aku adalah malaikat utusan Allah kepadamu, dan sesungguhnya Dia mencintaimu dan mencintainya.”

 

Sumber: Durrotun Nasihin