Keutamaan Bulan Sya’ban

Sya’ban merupakan salah satu bulan yang ada dalam kalender hijriah. Bulan sya’ban urutannya adalah sebelum bulan ramadhan. Bulan sya’ban ini memiliki beberapa keutamaan.

Nabi Muhammad bersabda, “Keutamaan bulan sya’ban atas semua bulan adalah seperti keutamaanku atas semua Nabi, sedang keutamaan bulan Ramadhan atas semua bulan adalah seperti keutamaan Allah atas semua hamba-Nya.”

Sebagaimana Allah telah berfirman dalam surat Al Qashash ayat 68, “Dan dia memilih, sedang mereka tidak mempunyai pilihan.”

Karena Nabi Muhammad saw telah berpuasa pada bulan sya’ban itu seluruhnya, dan bersabda, “Allah mengangkat amal-amal hamba seluruhnya pada bulan ini.”

Nabi Muhammad juga berkata, “Apakah kamu mengetahui mengapa disebut Sya’ban?” para sahabat berkata, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Beliau bersabda lagi, “Karena bercabang-cabang kebaikan yang banyak sekali.”

Dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad bersabda, “Jibril telah datang kepadaku pada malam Nisfu Sya’ban (setengah bulan sya’ban yaitu tanggal 15). Dia berkata, ‘Ya Muhammad, malam ini adalah suatu malam yang pintu-pintu rahmat telah dibuka di dalamnya. Maka bangunlah dan kerjakanlah shalat. Angkatlah kepalamu dan kedua tanganmu ke langit.’ Aku berkata, ‘Hai Jibril, malam apa ini?’ dia menjawab, ‘Ini adalah suatu malam yang di dalamnya dibuka 300 buah pintu rahmat. Lalu Allah akan mengampuni semua orang yang tidak menyekutukan sesuatu dengan Allah, kecuali orang yang tukang sihir, juru nujum, orang yang mendendam, peminum khamer, orang yang membiasakan perzinahan, pemakan riba, orang yang mendurhakai kedua orang tua, tukang adu domba atau orang yang memutus hubungan kerabat. Allah tidak akan mengampuni mereka, sehingga mereka bertaubat dan mau meninggalkan semua pelanggaran itu.’

Nabi Muhammad pun keluar dan mengerjakan shalat serta menangis dalam sujudnya. Beliau membaca, “Allaahumma innii a’uudzubika min ‘iqaabika wa sakhathika walaa uhshii tsanaa an ‘alaika anta kamaa atsnaita ‘alaa nafsika falakal hamdu hattaa tardhaa (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu dan kemurkaan-Mu. Aku tidak dapat menghitung pujian kepada-Mu seperti Engkau telah memuji pada Dzat-Mu. Maka bagi-Mu segala puji sehingga Engkau ridha.”

Dari Anas bin Malik, dari Nabi Muhammad saw, beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menciptakan sebuah lautan dari nur di bawah Arasy. Kemudian Dia menciptakan malaikat yang bersayap dua buah, sebuah dari sayap itu berada di dunia timur dan yang lain di dunia barat, sedang kepalanya di bawah Arasy dan kedua kakinya berada di bawah bumi ketujuh. Apabila seorang hamba membaca shalawat kepadaku dalam bula sya’ban, Allah memerintahkan malaikat itu untuk menyelam ke dalam air kehidupan. Maka menyelamlah malaikat itu, kemudian dia muncul lagi dari lautan itu dan mengibas-ngibaskan sayapnya. Meneteslah dari setiap bulu beberapa tetes. Maka Allah menjadikan dari setiap tetes satu malaikat yang memohonkan ampun untuknya sampai hari kiamat.”

 

Sumber: Durrotun Nasihin