Bisikan setan dan malaikat pada manusia

Malaikat dan setan merupakan dua makhluk yang diciptakan Allah. kalau malaikat diciptakan dari cahaya, sedangkan setan diciptakan Allah dari api. Keduanya memiliki dua karakteristik yang berbeda, kalau malaikat selalu menganjurkan kebaikan, sedangkan setan menganjurkan kejahatan dan berbuat durhaka kepada Allah. Hendaknya setiap orang lebih mendengarkan bisikan malaikat daripada bisikan setan.

Nabi Muhammad bersabda, “Sesungguhnya setan itu mempunyai pendekatan kepada anak cucu Adam, dan malaikatpun mempunyai pendekatan. Adapun pendekatan setan ialah menjanjikan kejahatan dan mendustakan kebenaran, sedang pendekatan malaikat adalah menjanjikan kebaikan dan membenarkan kebenaran. Maka barang siapa yang menemukan pendekatan malaikat ini hendaklah dia mengetahui bahwa hal itu adalah dari Allah, maka hendaklah dia memuji kepada Allah swt. Dan barang siapa yang menemukan yang lain maka hendaklah dia memohon perlindungan (kepada Allah) dari setan yang terkutuk.”

Jadi malaikat dan setan mendekati manusia untuk dua hal ini, yaitu menjanjikan kebaikan dan kejahatan. Yang dimaksud adalah dua ilham yang masuk dalam hati. Yang pertama dengan perantaraan malaikat sedang yang lain dengan perantaraan setan.

Yang masuk dengan perantaraan malaikat disebut ilham, sedang yang dengan perantaraan setan disebut was-was. Dan hati ini selalu tertarik diantara keduanya. Karena hati itu pada dasar kejadiannya memang mungkin menerima pengaruh-pengaruh malaikat dan pengaruh setan dengan kemungkinan yang sama, tidak ada yang lebih menang satu diantara keduanya atas yang lain, kecuali dengan mengikuti hawa nafsu dan tenggelam dalam kesenangan-kesenangannya atau dengan menentang hawa nafsu itu dan berpaling dari kesenangannya.

Menurut Abul Laits bahwa ada 4 macam musuh yang wajib kita perangi, yaitu:

  1. Allah berfirman dalam surat Luqman ayat 33, “Janganlah sekali-kali kehidupan dunia ini menipumu.”
  2. Nafsu kita sendiri, dan dialah musuh yang paling jahat. Karena Nabi Muhammad bersabda, “Yang paling memusuhi diantara musuh-musuhmu ialah nafsumu yang berada di antar kedua lambungmu.” Allah juga berfirman dalam surat Yusuf ayat 53, “Dan aku tidak membersihkan diriku, karena sesungguhnyanafsu itu benar-benar selalu memerintahkan perbuatan jahat.”
  3. Setan dari bangsa jin. Mintalah perlindungan kepada Allah dari setan ini, seperti firman Allah dalam surat Faathir ayat 6, Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagi kamu,maka anggaplah dia sebagai musuh.”
  4. Setan dari bangsa manusia. Hati-hatilah dari setan ini, karena dia lebih berat daripada setan bangsa jin. Karena setan dari jin hanya dapat menyesatkan dengan bisikan saja, sedang setan dari manusia dapat dengan cara terang-terangan, berhadapan dan memberi pertolongan.

 

Sumber: Durrotun Nasihin