Malaikat Pemikul Arasy

Malaikat pemikul Arasy dan malaikat yang di sekitarnya adalah malaikat Karubiyyun, yaitu tingkatan malaikat tertinggi dan paling dahulu dalam wujudnya. Memikul dan mengerumuni Arasy ini adalah kiasan bahwa merekalah yang diserahi pengaturannya, dan juga sebagai kiasan tentang dekatnya dengan Tuhan pemilik Arasy dan kedudukan mereka yang mulia di sisi-Nya dan sebagai perantara untuk melaksanakan perintah-Nya.

Menurut Ibnu Abbas bahwa sesungguhnya malaikat-malaikat pemikul Arasy ini, kakinya berada di bumi terbawah, sedang kepalanyamenerobos Arasy. Mereka sangat khusyu’ dan tidak pernah mengangkat pandangannya.

Dari Ali ra, “Malaikat-malaikat yang memikul Arasy ada empat malaikat. Setiap malaikat memiliki empat wajah, telapak kakinya di atas sebuah batu besar yang ada di bawah bumi ketujuh sejauh 500 tahun perjalanan.”

Apakah yang dimaksud Arasy?

Dari Ja’far bin Muhammad, dari ayahnya, dari kakeknya, berkata, “Sesungguhnya Allah memandang kepada sebuah mutiara, lalu berubahlah mutiara itu menjadi merah. Kemudian Dia memandangnya lagi untuk kedua kalinya dan mencairlah mutiara itu serta bergetar karena takut kepada Tuhannya. Kemudian Allah melihat lagi untuk yang ketiga kalinya dan jadilah air. Kemudian Dia memandangnya lagi untuk yang keempat, lalu mengeraslah setengahnya. Allah menciptakan Arasy dari setengah bagian itu dan setengah yang lain tetap menjadi air, kemudian Allah membiarkannya dalam keadaannya. Karena itulah air itu selalu bergetar (berombak) sampai hari kiamat.”

Imam Al Qurthubi berkata, “Pendapat-pendapat ahli tafsir adalah bahwa Arasy itu adalah sebuah singgasana dan ia adalah sesuatu yang ada bendanya. Allah menciptakan Arasy dan memerintahkan para malaikat untuk memikulnya, dan memerintahkan mereka beribadah dengan mengagungkannya dan thawaf (mengelilinginya), seperti halnya Allah telah menciptakan di bumi sebuah rumah dan memerintahkan anak cucu Adam untuk thawaf (mengelilinginya) dan menghadapinya (yaitu Ka’bah).”

 

Sumber: Durrotun Nasihin