Kisah Taubat Hasan Al Bashri

Setiap manusia pernah melakukan kesalahan (dosa). Oleh karena itu kita harus selalu mohon ampun kepada Allah atas segala kesalahan yang dilakukan, dan bertaubat dengan sesungguhnya.

Di bawah ini adalah kisah mengenai taubat yang dilakukan oleh Hasan Al Bashri.

Diceritakan dari Syaikh Imam Abu Nashr As Samarqandi, dia berkata, “Hasan Al Bashri pada waktu mudanya adalah pemuda yang tampan, memakai pakaian terbagus dan berkeliling dalam perkampungan di kota Bashrah serta bersenang-senang disana.

Pada suatu hari dia sedang berjalan-jalan, tiba-tiba dilihatnya seorang perempuanyang cantik dan baug potongan tubuhnya. Maka dia berjalan di belakangnya dan menolehlah perempuan itu kepadanya dan berkata, ‘Tidakkah engkau malu?’ Hasan menjawab, ‘Malu dengan siapa?’ perempuan itu berkata, ‘Malu dengan orang yang mengetahui pengkhianatan semua mata, dan apa yang dirahasiakan oleh dada manusia.’

Terpengaruhlah Hasan dan terjadi pergolakan dalam hatinya. Tetapi dia tidak dapat menahan diri dan tidak bisa menguasai nafsunya, serta tidak berhenti membuntuti perempuan tersebut.

Berkatalah perempuan itu setelah sampai di rumahnya, ‘Mengapa engkau datang kemari?’ Hasan berkata, ‘Aku tergoda dengan kedua matamu.’ Perempuan itu berkata, ‘Duduklah sehingga aku dapat mengatakan kepadamusesuatu yang engkau kehendaki.taubat

 

Hasan mengira bahwa perempuan itu telah tertarik kepadanya sebagaimana dia tertarik kepada perempuan tersebut. Maka duduklah dia dan ternyata seorang budak perempuan keluar membawa sebuah baki yang tertutup sapu tangan. Dibukanya baki tersebut, dan ternyata di atas baki itu ada kedua mata perempuan itu.

Berkatalah budak perempuan itu, ‘Tuanku puteri berkata bahwa dia tidak ingin sebuah mata yang menyebabkan seseorang terfitnah (tergoda).’

Setelah itu dia mendengar dan melihat penuturan budak tersebut, meremanglah kulitnya dan diapun memegang jenggot dengan tangannya seraya berkata, ‘Percuma engkau ini mempunyai jenggot tetapi engkau rendah daripada seorang perempuan.’

Dan menyesallah dia serta bertaubat seketika itu juga. Dia pulang dan semalaman menangis di rumahnya. Ketika pagi harinya dia datang ke rumah perempuan itu untuk meminta halal darinya. Ternyata diamelihat pintu rumahnya tertutup rapat, sedang perempuan-perempuan tukang menangisi mayat sedang menangis.

Hasan bertanya mengenai kejadian itu dan mendapatkan jawaban bahwa perempuan yang dimaksud dirinya telah meninggal. Maka kembalilah dia dan menangis sampai 3 hari. Lalu dia bermimpi pada malam ketiga bahwa dia melihat perempuan itu sedang duduk di surga.

Berkatalah Hasan kepada perempuan itu, ‘Jadikanlah aku dalam halal.’ Perempuan itu menjawab, ‘Aku telah menjadikanmu dalam halal. Karena aku telah memperoleh kebaikan besar dari Allah karena sebab engkau.’

Hasan kemudian berkata, ‘Berilah nasehat kepadaku.’ Perempuan itu berkata, ‘Apabila engkau menyadari maka berdzikirlah kepada Allah dan ketika pagi dan petang mohonlah ampun kepada Allah serta bertaubatlah kepada Allah.’

Hasan merupakan orang yang dikenal di kalangan manusia sebagai ahli zuhud dan taat, dan dia memperoleh derajat yang tinggi di sisi Allah serta termasuk wali-wali Allah SWT.

 

Sumber: Durrotun Nasihin