Kapankah Arsy Diciptakan?

Diceritakan dari para ahli ilmu bahwa sebelum Allah menciptakan bumi tempat Arsy adalah air dan Arsy itu menetap di atas air. Lalu Allah swt memerintahkan Arsy untuk naik di atas air dan naiklah Arsy itu. Bertindaklah Arsy itu naik ke atas dan jadilah tempat air itu Ka’bah. Air pun mengiringkan Arsy dan naik bersamanya sampai ke tempat yang dikehendaki Allah. Allah lalu memerintahkan air kembali ke tempatnya semula. Berkatalah air, “Seandainya Allah tidak memerintahkan aku untuk kembali ke tempatku, tentu aku akan mengiringkanmu ke tempatmu.”

Akhirnya Allah menurunkan wahyu kepada air itu, “Karena engkau telah memuliakan Arsy yang mengiringkannya karena perintah-Ku, maka Aku jadikan tempatmu sebagai tempat yang paling utama. Akupun menjadikanmu sebagai kiblat bagi semua makhluk dan sebagai harapan untuk dipenuhi segala macam hajat.”

Karena itulah Nabi Muhammad bersabda:

“Barang siapa yang mengiringkan tamunya tujuh langkah, maka Allah mengunci tujuh buah pintu Jahannam daripadanya. Apabila dia mengiringkannya sampai delapan langkah, maka Allah membukakan baginya delapan buah pintu surga sehingga dia memasukinya dari pintu manakah dia suka.”

Apakah Yang Pertama Diciptakan Allah?

Disebutkan bahwa sesuatu yang pertama-tama diciptakan Allah adalah Al Qalam, kemudian Lauhul Mahfudh. Lalu Allah memerintahkan Qalam supaya menulis pada Lauhul Mahfudh apa saja yang terjadi sampai hari kiamat. kemudian menciptakan apa saja yang dikehendakinya sesuai dengan kehendak-Nya ketika Azal. Kemudian Dia baru menciptakan Arsy, kemudian malaikat-malaikat pemikul Arsy, kemudian menciptakan langit dan bumi. Sesungguhnya Allah menciptakan Arsy hanyalah untuk kepentingan hamba-hamba-Nya agar mereka dapat mengetahui kemanakah mereka harus menghadap dalam doanya, supaya tidak menjadi kebingungan di dalam doa. Seperti halnya Dia telah menciptakan Ka’bah agar mereka mengetahui kemanakah mereka harus menghadap dalam ibadah.”

 

Sumber: Durrotun Nasihin