Gambaran Neraka Menurut Hadis Nabi

Setiap manusia pasti tidak menginginkan dirinya masuk neraka, karena neraka merupakan tempat yang buruk untuk kembali dan berdiam.

Neraka merupakan tempat bagi orang-orang yang berdosa dan berbuat durhaka kepada Allah swt. Banyak sekali riwayat atau dalil yang mengemukakan keadaan neraka.

Diceritakan bahwa Abu Yazid selalu mencucurkan air mata dan tidak henti-hentinya dia menangis. Lalu dia ditanya mengenai kejadian itu, dan berkatalah dia, “Sesungguhnya Allah swt jika Dia mengancamku akan menawan aku dalam kamar mandi (tempat pemandian) selamanya jika aku berdosa, tentu wajar jika aku menangis dan tidak berhenti air mataku mengalir. Bagaimana pula jika Dia mengacamku akan menawan aku dalam api neraka dinyalakan-Nya 3 ribu tahun.”

Dalam hadis disebutkan bahwa Nabi Muhammad saw bersabda, “Aku berkata kepada Jibril, ‘Hai Jibril, sebutkanlah kepadaku sifat-sifat Jahanam.’ Dia berkata, ‘Sesungguhnya Allah telah menciptakan neraka, lalu menyalakannya lagi seribu tahun sehingga memerah, kemudian menyalakannya lagi seribu tahun sehingga memutih, kemudian menyalakannya lagi seribu tahun sehingga menjadi hitam. Maka Jahannam itu hitam kelam seperti malam yang gelap dan tidak pernah tenang kobaran apinya serta tidak pernah padam baranya.”

Asal Mula Api Dunia

Diriwayatkan bahwa Allah swt telah mengutus malaikat Jibril kepada malaikat Malik untuk mengambil sebuah bagian dari api neraka. Lalu dia datang kepada Nabi Adam sehingga dapat memasak makanan dengan api itu.

Berkatalah malaikat Malik, “Hai Jibril, berapa banyak engkau menginginka api?” Jibril menjawab, “Aku menginginkan dari api neraka itu seukuran buah kurma.” Berkatalah Malik, “Seandainya aku memberikan kepadamu seukuran buah kurma tentu akan hancur langit yang tujuh dan semua bumi karena panasnya.”

Jibril berkata, “Berikanlah kepadaku setengahnya saja.” Malik menjawab, “Jika aku memberikan apa yang engkau inginkan tentu langit tidak akan dapat menurunkan air hujan setetespun, dan tidak akan tumbuh di permukaan bumi sebuah tanaman pun.”

Kemudian Jibril memanggil-manggil, “Ya Tuhanku, berapakah aku harus mengambil api?” Allah berfirman, “Ambillah api seukuran semut kecil.”

Lalu Jibril mengambil api sebesar semut kecil dan membasuhnya 70 kali dalam 70 sungai. Kemudian datanglah dia kepada Adam dan meletakkannya di atas sebuah gunung yang tinggi. Hancurlah gunung itu dan kembalilah api tersebut ke tempatnya semula, dan asapnya masih tertinggal pada batu-batu dan besi sampai hari kita sekarang ini. Jadi api-api yang ada saat ini adalah asap dari asap api sebesar semut dari neraka itu.

 

Sumber: Durrotun Nasihin