Gambaran Dahsyatnya Neraka Jahannam Menurut Islam

Neraka itu merupakan sebuah tempat di akhirat yang diperuntukkan bagi orang-orang yang durhaka kepada Allah, mereka akan disiksa di dalamnya. Neraka itu ada beberapa macam, salah satunya adalah neraka Jahannam. Keadaan Jahannam seperti yang diceritakan Ibnu Abbas berikut ini.

Dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Akan didatangkan neraka Jahannam dari bawah bumi ketujuh pada hari kiamat kelak, sedang di sekelilingnya terdapat 70 ribu barisan dari pada malaikat. Setiap barisan jumlahnya lebih banyak dari jin dan manusia lipat 70 ribu kali. Mereka menarik Jahannam itu dengan tali-tali kendalinya. Dan Jahannam itu mempunyai empat buah kaki. Jarak antara dua buah kakinya adalah perjalanan sejuta tahun. Ia memiliki 30 ribu kepala, pada setiap kepala terdapat 30 ribu mulut, pada setiap mulut terdapat 30 ribu gigi geraham, setiap geraham seperti gunung Uhud lipat 30 ribu kali. Dan dalam setiap mulut terdapat dua buah bibir dan setiap bibir seperti permukaan dunia. Pada setiap bibir terdapat rantai dari besi, dan pada setiap rantai mempunyai 70 ribu lingkaran mata rantai, setiap lingkaran mata rantai dipegang oleh malaikat yang banyak sekali. didatangkanlah Jahannam itu di sebelah kiri Arasy.”

Apabila datang hari kiamat, berkatalah orang-orang kafir:

“Ya Tuhan kami, perlihatkanlah kepada kami dua (jenis) orang yang telah menyesatkan kami yaitu jin dan manusia, kami akan menjadikan mereka di bawah telapak kaki kami supaya mereka menjadi orang-orang yang paling hina.” (Fushilat ayat 29)

Pidato Iblis Kepada Orang Kafir di Neraka

Menurut Muqatil bahwa akan disediakan sebuah mimbar bagi Iblis di neraka. Naiklah dia ke mimbar itu. Berkumpullah orang-orang kafir di hadapannya dan juga pengikut-pengikutnya. Mereka berkata, “Hai Iblis terkutuk, engkau telah menyesatkan kami dari jalan kebenaran.”

“Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.” (Ibrahim ayat 22)

Sesungguhnya aku tidak membawa dalil (bukti) kepada kamu dan kamupun tidak dapat melihatku. Maka janganlah kamu mencaci aku tetapi cacilah dirimu sendiri.

 

Sumber: Durrotun Nasihin