Bersabar Atas Musibah Dari Allah

Setiap manusia haruslah bersabar dalam menghadapi setiap musibah, karena musibah itu asalnya dari Allah. oleh karena itu, kita harus yakin dan berlindung kepada Allah. Bersabarlah seperti Nabi Ayyub as.

Allah berfirman dalam surat Shaad ayat 41, “Dan ingatlah pada hamba Kami Ayyub, yaitu waktu dia memanggil Tuhannya, ‘Sesungguhnya setan menggangguku dengan kepayahan dan siksaan.”

Dalam Al Khaibar disebutkan, “Apabila anak seorang hamba meninggal maka berfirmanlah Allah kepada para malaikat, ‘Apakah kamu telah mencabut buah hatinya?’ mereka menjawab, ‘Ya.’ Allah berfirman lagi, ‘Apa yang dikatakan hamba-Ku itu?’ malaikat menjawab, ‘Dia memuji-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan membaca Istirja kepada-Mu, dia membaca Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kami kelak akan kembali kepada-Nya). Berfirmanlah Allah, ‘Bangunlah sebuah gedung di surga untuk hamba-KU itu, dan berilah nama gedung itu dengan Gedung Pujian.”

Dari Munabbih, dia berkata, “Aku telah menemukan dalam kitab At Taurat empat baris yang beruntun:

  1. Barang siapa yang membaca kitab Allah, lalu dia menyangka bahwa Allah tidak mengampuninya, maka dia termasuk orang-orang yang mengolok-olok pada ayat-ayat Allah.
  2. Barang siapa yang merendahkan diri terhadap orang kaya karena kekayaannya, maka hilanglah sepertiga agamanya.
  3. Barang siapa yang bersedih terhadap apa yang telah hilang dari dirinya maka dia telah membenci ketentuan Tuhannya.
  4. Barang siapa yang mengadukan musibahnya (kepada orang lain) berarti dia telah mengadukan Allah, Tuhannya.

 

Sumber: Durrotun Nasihin