Siksa Kubur, Apakah Ruh atau Badan yang Disiksa?

Menurut sebagian ulama, “Sesungguhnya adzab itu adalah pada ruh bukan badan.” Sebagian lagi berkata, “Siksa itu pada badan bukan ruh.” Sebagai lagi berkata, “Siksa itu pada ruh dan badan.” Dan masih banyak pendapat yang lain lagi.

Jika ditanyakan, “Tidak mungkin badan itu disiksa, karena badan saat itu sudah tidak bernyaw lagi. Jadi tidak menerima siksa itu?” maka jawabannya ialah, “Allah swt berkuasa untuk menciptakan pada badan itu semacam kehidupan sekadar dia dapat merasa sakit atau merasa nikmat tanpa harus mengembalikan ruh padanya, sehingga tidak memerlukan dicabut lagi.”

Sebagian ulama berkata, “Ruh itu dimasukkan kembali ke dalam jasadnya sebagaimana di dunia, dan dia duduk lalu menjawab pertanyaan kubur.” Sebagian lagi mengatakan bahwa pertanyaan itu kepada ruh bukan jasad. Yang lain mengatakan bahwa ruh masuk dalam jasadnya sebatas dada. Yang lain mengatakan bahwa ruh itu berada di antara jasad dan kain kafannya.

Beberapa atsar telah menerangkan semua pendapt itu. Pendapat yang sahih menurut ahli ilmu adalah seorang hamba harus yakin adanya siksa kubur dan kenikmatannya dan tidak meributkan bagaimana caranya.

 

Sumber: Durrotun Nasihin