Siksa Bagi Orang Kafir Di Neraka

Neraka merupakan tempat kembalinya orang-orang yang durhaka dan berbuat dosa selama hidup di dunia. Neraka merupakan tempat kembali bagi setan, dan dia kekal di dalamnya.

Para pengikut setan, misalnya orang kafir, akan menjadi teman setan di neraka.

Allah berfirman dalam surat Yasin ayat 59-64:

“Dan (Dikatakan kepada orang-orang kafir): “Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, Hai orang-orang yang berbuat jahat.  Bukankah aku telah memerintahkan kepadamu Hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu”. Dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus. Sesungguhnya syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar diantaramu, Maka Apakah kamu tidak memikirkan ? Inilah Jahannam yang dahulu kamu diancam (dengannya). Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya.”

Firman Allah Hendaklah kamu memisahkan diri dari orang-orang mukmin, hai orang-orang kafir.” Karena mereka telah merasa terganggu karena kamu di dunia. Berpisahlah dengan mereka sehingga mereka dapat selamat dari kamu.

Disebutkan bahwa ada malaikat penyeru yang menyerukan, “Hai orang-orang yang berdosa, berpisahlah. Karena orang-orang mukmin telah beruntung. Hai orang-orang munafik, berpisahlah karena orang-orang yang berbuat ikhlas telah beruntung. Hai orang-orang fasik, berpisahlah karena orang-orang yang benar dalam imannya telah beruntung. Hai orang-orang berbuat durhaka, berpisahlah karena orang-orang yang taat telah beruntung.”

Sebagaimana firman Allah dalam surat Al Ahzab ayat 71, Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya maka dia benar-benar telah beruntung dengan keberuntungan yang besar.”

Yaitu hidup di dunia dengan terpuji dan di akhirat berbahagia.

Seperti firman Allah dalam surat Fathir ayat 6, “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, Maka anggaplah ia musuh(mu), karena Sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.”

Setan itu adalah musuh dengan permusuhan yang lama dan menyeluruh, maka jadikanlah musuh dalam keyakinan dan perbuatan kita. Sesungguhnya setan itu hanya mengajak pengikutnya agar mereka menjadi penghunni-penghuni neraka sa’ir.

 

Sumber: Durrotun Nasihin