Pengertian Amanat

Menurut sebagian ulama bahwa yang dimaksud dengan amanat itu adalah Al Qur’an. Wajib mempelajari ilmunya dan mengajarkannya.

Dalam hadis disebutkan, “Sesungguhnya Allah swt berfirman pada Lauh Mahfudh pada hari kiamat, ‘Hai Lauh Mahfudh, dimana amanat yang telah Aku titipkan padamu? Yakni Al Qur’an, apa yang engkau perbuat dengannya?’

Lauh Mahfudh berkata, ‘Ya Tuhanku, aku telah mewakilkan kepada Israfil dan aku telah menyerahkannya kepada Israfil.”

Allah berfirman kepada Israfil, ‘Hai Israfil, apa yang engkau perbuat dengan amanatku itu?’ berkata Israfil, ‘Ya Tuhanku, aku menyerahkannya kepada Mika’il, dan Mika’il kepada Jibril.’

Kemudian Allah bertanya kepada Jibril dan berfirman, ‘Apa yang engkau kerjakan dengan amanat-Ku itu?’ Jibril menjawab, ‘Ya Tuhanku, aku telah menyerahkannya kepada kekasihmu Muhammad.’ Allah berfirman, ‘Bawalah kekasih-Ku Muhammad dengan cara yang halus.’

Maka datanglah Jibril dan berkata, ‘Ya Muhammad, susullah kemari.’ Allah berfirman, ‘Hai kekasih-Ku, apakah Jibril telah menyampaikan amanat-Ku kepadamu?’ beliau bersabda, ‘Benar.’ Allah berfirman, ‘Apakah yang telah engkau perbuat dengan amanat-Ku itu?’ beliau bersabda, ‘Ya Tuhanku, aku telah menyampaikan kepada ummatku.’

Allah berfirman, ‘Hai malaikat-malaikat-Ku, datangkanlah ummat kekasih-Ku Muhammad, sehingga Aku dapat menanyakan amanat-Ku kepada mereka.’ Nabi Muhammad bersabda, ‘Ya Tuhanku, ummatku adalah orang-orang yang lemah dan tidak mampu untuk datang menghadap ke haribaan-Mu.’

Kemudian beliau bersabda lagi, ‘Ijinkanlah kepadaku sehingga aku pergi kepada Nabi Adam.’ Lalu Allah pun mengijinkan beliau. Pergilah beliau dan bersabda, ‘Wahai Adam, engkau adalahbapak seluruh umat manusia dan aku adalah Nabi mereka. Jika sebuah kesakitan menimpa mereka tentu kesedihan menimpa kita. maka ambillah separo dosa ummatku dan aku yang separuh lagi, sehingga mereka dapat selamat dari pertanyaan dan hisab.’

Nabi Adam berkata, ‘Hai Muhammad, aku sendiri sibuk dengan diriku. Makaaku tidak sanggup.’

Kemudian Nabi Muhammad kembali dan datang di bawah Arasy serta meletakkan kepalanya dengan bersujud. Menangislah beliau dengan tersedu dan merendahkan diri kepada Allah. beliau bersabda, ‘Ya uhanku, aku tidak meminta diriku sendiri, tidak pula Fathimah, tidak Hasan maupun Husain. Tetapi aku menginginkan ummatku.’

Allah berfirman dengan belas kasih dan kemurahan-Nya, ‘Hai Muhammad, angkatlah kepalamu dan mintalah tentu engkau akan diberi apa yang engkau minta. Berilah syafa’at tentu diterima pemberian syafa’atmu. Aku berikan ummatmu apa yang engkau dapat menjadi ridha dan di atas apa yang engkau ridhai.

Allah berfirman dalam surat Adh Dhuhaa ayat 5, ‘Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu,lalu engkau menjadi puas.”

“Aku adalah yang dimintai, maka mintalah kepada-Ku, tetapi jika engkau mintai selain Aku, engkau tidak akan menemukan Aku.”

 

Sumber: Durrotun Nasihin