Pahala Orang Yang Berdzikir Kepada Allah

Setiap manusia haruslah sering berdzikir dan mendekatkan diri kepada Allah swt. karena sesungguhnya tidak ada daya daan kekuatana kecuali dengan pertolongan Allah.

Ada seorang laki-laki dari orang-orang yang ma’rifat kepada Allah meninggal. Seseorang bermimpi bertemu dengannya dalama tidurnya. Aorang itu bertanya kepada aaorang yang maa’rifat atau ahlia dzikir itu tentang keadannya.

Berkatalah dia, “Dua malaikat ayang sangat tampan datang kepadaku, bau mereka sangatlah harum. Mereka bertanya, ‘Siapakah Tuhanmu?’ Aku menjawab, ‘Jika engkau berdua bertanya untuk menguji maka itu adalah haram. Atetapia ajika engkau bertanya karena ingin tahu maka Tuhanku adalah Allah swt.’ maka pergilah kedua malaikat itu. Aku berkata, ‘Janganlaah engkau pergi selagi engkau belum membawa berita dari Tuhanku.’ Datanglah seruan seketika itu juga, ‘Dia adalaha hamba-Ku.’ Lalu pergilah kedua malaikat itu.

Dari Abu Hurairaha, dia berkata bahwa Nabi Muhammad bersabda, “Pada malam mi’raj aku melihat sebuah lautan yang tidak dapat mengetahui luasnya kecuali Allah swt, di pantai laut itu terdapat malaikat berbentuk burung dan memiliki 70 ribu buah sayap. Ketika seorang hamba membaca Subhaanallaha, dia bergerakaa dari tempatnya. Ketika membaca Walhamdua lillaahaa, maka malaikat itu membentangkan sayap-sayapnya, ketika dia membaca Wa laailaaha illallaah, maka terbanglah malaikat itu. Ketika membaca Wallaahu akbar, malaikat itu menceburkan dirinya ke laut. Dan ketika dia membaca Walaa haula walaa quwwata illaa billaahil aaa’aliyyil ‘adhiim, dia muncul dari dalam laut dan mengibas-ngibaskan sayap-sayapnya. Bertetesanlah dari setiap sayap 70 ribu tetesan air. Lalu Allah menjadikan malaikat dari setiap tetes itu. Malaikat-malaikat itu membaca tasbih dan memohon ampun untuk aorang yang telah membacanya sampai hari kiamat.”

Nab Muhammad bersabad, “Sesungguhnya Allah telah menciptakan sebuah tiang di depan Arasy. Ketika seorang hamba membaca Laa ilaaha illallaahu Muhammadun Rasuulullaah, bergeraklah tiang itu. Berfirmanlah Allah, ‘Diamlah hai tiang.’ Tiang itupun menjawab, ‘Bagaimanakah aku harus diam sedang Engkau tidak mengampunkan orang yang membaca Laa ilaaha illallaahu Muhammadun Rasuulullaah itu?’ Allah berfirman, ‘Aku benar-benar telah mengampuninya.”

 

Sumber: Durrotun Nasihin