Membaca Shalawat Untuk Nabi Muhammad Bisa Selamat Dari Neraka

Nabi Muhammad

Shalawat berisikan salam dan doa bagi Nabi Muhammad saw. Sebagai umat muslim, hendaknyakita selalu membaca dan bahkan memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad saw. Di bawah ini adalah kisah atau riwayat mengenai shalawat yang bisa menyelamatkan seseorang dari siksa neraka.

Diceritakan dari Abdullah, dia berkata, “Kami mempunyai seorang pelayan yang mengabdi pada sulthan, dia dikenal sebagai orang fasik. Aku bermimpi melihatnya dalam tidurku, sedang berpegangan dengan tangan Nabi Muhammad saw. Bertanyalah aku, ‘Ya Nabi Allah, hamba ini adalah termasuk orang-orang fasik. Mengapa dia dapat berpegangan dengan tanganmu?’

Rasulullah saw bersabda, ‘Allah benar-benar telah mengampuninya dan aku memberi syafa’at untuknya kepada Allah swt.’

Berkatalah aku, ‘Ya Nabi Allah, sebab apa? Dia memperoleh kedudukan itu?’ beliau bersabda, ‘Sebab banyak membaca shalawat kepadaku. Karena setiap alam ketika dia datang ke tempat tidurnya maka dia membaca shalawat kepadaku seribu kali.”

Dari Ka’b, dia berkata, “Apabila tiba hari kiamat, Nabi Adam melihat seorang dari ummat Nabi Muhammad sedang dihalau ke neraka. Berserulah Nabi Adam, ‘Hai Muhammad.’ Nabi Muhammad menjawab, ‘Ya, wahai bapak semua manusia.’ Nabi Adam berkata, ‘Sesungguhnya seorang dari ummatmu sedang dihalau ke neraka.’

Maka Nabi Muhammad berlari di belakang orang itu sehingga beliau dapat menyusulnya. Beliau bersabda, ‘Hai malaikat-malaikat Tuhanku, berhentilah.’ Mereka menjawab, ‘Ya Muhammad, bukankah engkau telah membaca firman Allah mengenai kami, ‘Mereka tidak akan mendurhakai Allah dalam apa yang diperintahkan Allah kepada mereka, dan mengerjakan apa yang diperintahkan kepada mereka (At Tahriim ayat 6).’

Tetapi kemudian mereka mendengar sebuah seruan, ‘Patuhlah kamu kepada Muhammad.’ Nabi pun bersabda, ‘Kembalikan dia ke mizan (timbangan amal).’

Lalu ditimbanglah amalnya dan ternyata kejahatannya mengalahkan kebaikannya. Nabi Muhammad mengeluarkan sebuah kertas dari saku bajunya, yang di dalamnya terdapat bacaan shalawat yang dibacakan orang itu kepada Nabi ketika di dunia. Diletakkannya kertas itu pada kebaikannya dan menjadi leih berat kebaikannya.

Bergembiralah laki-lakiitu dan berkata, ‘Demi ayah dan ibuku sebagai tebusanmu, siapakah engkaui ini?’ Nabi menjawab, ‘Aku adalah Muhammad.’ Maka orang itu pun mencium telapak kaki Nabi Muhammad dan berkata, ‘Ya Rasulullah, apakah kertas itu?’ Nabi menjawab, ‘Ia adalah bacaan shalawatmu yang telah engkau baca kepadaku di dunia, dn aku telah memeliharanya untukmu.’

Berkatalah orang itu, ‘Alangkah menyesalnya aku mengenaiapa yang telah aku buat sembrono di sisi Allah.”

Diriwayatkan dari Nabi Muhammad, beliau bersabda, ‘Sesungguhnya Allah telah menciptakan malaikat-malaikat yang di tangan mereka terdapat pena dari emas dan kertas dari perak. Mereka tidak menuliskan sesuatu kecuali bacaan shalawat kepadaku dan kepada keluarga rumahku.”

 

Sumber: Durrotun Nasihin