Kisah Nabi Musa Dengan Orang Tua Yang Membaca Syahadat

Diceritakan bahwa Nabi Musa pernah lewat sebuah jalan. Dilihatnya seorang laki-laki tua yang telah bongkok di punggungnya karena tuanya. Dia mengikatkan tali pinggang di perutnya, dan di depannya terdapat api yang disembahnya.

Berkatalah Nabi Musa kepadanya, “Hai orang tua,sudah berapa tahun engkau menyembah api ini?” dia berkata, “490 tahun.” Nabi Musa berkata, “Belum cukupkah waktunya bagimu untuk bertaubat dari menyembah api, dan engkau kembali kepada Allah Yang Maha Raja lagi Maha Perkasa?”

Orang tua itu menjawab, “Hai Musa, apakah engkau beranggapan kalau aku kembali kepada-Nya lalu Dia akan menerimaku?” Nabi Musa berkata, “Bagaimana Dia tidak menerima sedang Dia paling penyayang di antara orang-orang yang menyayangi?”

Orang tua itu berkata, “Hai Nabi Musa, aku memang mengetahui bahwa Allah swtOrang tua itu berkata, “Hai Nabi Musa, aku memang mengetahui bahwa Allah swt selalu menerima orang yang lari berkat kemurahan dan belas kasih-Nya, ajarkan islam kepadaku.”

Maka Nabi Musa mengerjakan islam kepadanya dan masuklah dia ke dalam agama islam. berkatalah dia, “Laa ilaaha illallaah Musaa Rasuulullaah.” Berteriaklah dia dan menjerit sehingga dikhawatirkan dia mati karena kegembiraannya dapat masuk islam.

Nabi Musa menggerak-gerakkan dengan kakinya, ternyata orang tua itu telah memisahkan dunia fana ini. Lalu bertindaklah Nabi Musa untuk mengurus jenazahnya dan menguburkannya. Nabi Musa duduk di atas kuburnya dan berkata, “Ya Tuhanku, aku ingin Engkau mmberi pengetahuan kepadaku, bagaimana Engkau perlakukan hamba ini denga bertauhid sekali.”

Malaikat Jibril turun dan berkata, “Hai Musa, sesungguhnya Tuhanmu membacakan slam untukmu dan berfirman, ‘Hai Musa, tidakkah engkau mengetahui bahwa orang yang telah berdamai kepada Kami dengan kalimah Laa ilaaha illallaah Musaa Rasuulullaah akan Kami dekatkan dia ke haribaan Kami, dan Kami akan memberinya berpakaian dengan pakaian-pakaian surga?”

Barulah Nabi Musa kembali kepada kaumnya dan mengisahkan semua kejadian tersebut. mereka lalu menghitung huruf yang ada dalam kalimat Laa ilaaha illallaah Musaa Rasuulullaah, 24 huruf. Maka Allah telah mengampuni denga setiap huruf dosa-dosa selama 27 tahun.

Keutamaan Dzikir atau Kalimat Tauhid (Syahadat)

Dalam hadis disebutkan bahwa ada seorang hamba didatangkan di hari kiamat dan dihadapkan kepada Allah swt lalu dihisab oleh Allah dan dia berhak mendapatkan neraka sebab banyak dosanya dan sedikit kebaikannya. Hampir saja dia binasa dan bergetar tubuhnya. Berfirmanlah Allah swt, “Hai para malaikat-Ku, lihatlah bukunya. Apakah kamu temukan dalam buku catatan amalnya itu sebuah kebaikan?” mereka melihat buku catatan dn mereka berkata, “Ya Tuhan kami, kami tidak menemukan sedikitpun.” Allah berfirman lagi, “Di sisi-Ku ada sesuatu baginya. Sesungguhnya dia pernah tidur pada suatu malam. Bangunlah dia dari tidurnya dan bermaksud untuk berdzikir kepada-Ku, tetapi kantuk menguasainya sehingga dia tidak bisa berdzikir kepada-Ku. Sesungguhnya Aku telah mengampuninya disebabkan hal itu.”

Nabi Muhammad bersabda, “Sesungguhnya setan yang terkutuk telah berkata kepada Tuhannya, ‘Demi keagungan dan keluhuran-Mu ya Tuhanku, tidak henti-hentinya aku akan menyesatkan hamba-hamba-Mu untuk selama-lamanya, dan aku akan memerintahkan mereka untuk kafir dan berbuat maksiat, selagi nyawa mereka ada dalam tubuh mereka.’ Allah berfirman juga, ‘Hai setan terkutuk, demi keagungan dan keluhuranku, Aku pun tidak henti-hentinya mengampuni mereka selagi berdzikir kepada-Ku dan memohon ampun kepada-Ku.”

Nabi Muhammad bersabda, “Akan didatangkan di hari kiamat seorang laki-laki ke hadapan timbangan amal. Dikeluarkan 99 buku untuknya, setiap buku sepanjang pandangan mata dan di dalamnya terdapat kesalahan atas dosanya. Diletakkanlah buku-buku itu di sebuah daun timbangan. Kemudian dikeluarkan pula sebuah kertas seberat semut, di dalamnya terdapat syahadat Laa ilaaha illallaah Muhammadun Rasuulullaah. Lalu kertas itu diletakkan di daun timbangan yag lain, dan lebih unggul beratnya daripada semua kesalahannya. Maka Allah menyelamatkannya dari neraka berkat tauhidnya dan memasukkannya ke dalam surga.”