Kisah Nabi Ibrahim Dengan Raja Mesir

Pada saat Nabi Ibrahim diselamatkan Allah, yaitu api dijadikan Allah untuknya dingin. Maka dia bermaksud pergi ke arah Mesir.

Allah berfirman dalam surat Ash Shaffaat ayat 99, “Dan Ibrahim berkata, ‘Sesungguhnya aku akan pergi kepada Tuhanku dan Dia akan memberiku petunjuk.”

Dia pergi bersama istrinya Sarah. Dikatakanlah kepadanya, “Sesungguhnya di Mesir terdapat raja yang dzalim dan merampas istri-istri orang dengan aniaya. Raja itu mempunyai pgawai yang memungut sepersepuluh (upeti) di sepanjang jalan.”

Nabi Ibrahim adalah orang yang cemburu (mengkhawatirkan) atas istrinya, lagipula Sarah adalah seorang yang paling cantik sehinnga tidak ada bandingannya saat itu. Maka Nabi Ibrahim mengambil sebuah peti dan memasukkan istrinya ke dalam peti itu, lalu Nabi Ibrahim menguncinya dan memuat di atas unta serta menuju ke Mesir.

Setelah Ibrahim sampai pada pegawai upeti, pegawai itu minta kepada Ibrahim untuk berhenti dan bermaksud membuka peti. Tetapi Ibrahim menolak, dan pegawai upeti itu tidak mau membiarkan Nabi Ibrahim sehingga dia datang dengan membawa banyak pembantunya, dia membuka peti itu dengan paksa. Dilihatnya Sarah itu di dalamnya yang mempunyai kecantikan dan kesempurnaan.

Bertanyalah pegawai upeti itu, “Apakah ini istrimu?” Nabi Ibrahim menjawab, “Dia saudaraku.”

Pegawai itu berkata, “Aku kira di sangat pantas untuk sang raja.” Mereka lalu membawa Sarah menghadap raja. Allah telah menghilangkan semua bentuk penghalang dari Nabi Ibrahim, sehingga dia dapat melihat Sarah dari luar rumah.

Raja bermaksud mendekati Sarah dan mengulurkan tangannya kepada Sarah. Tetapi matilah tangan dan kedua kakinya. Berkatalah raja itu, “Engkau perempuan tukang sihir? Engkau telah membuat tangan dan kakiku lumpuh.”

Sarah menjawab, “Aku bukanlah tukang sihir. Tetapi aku adalah istri dari Khalilullah (kekasih Allah). maka dia mendoakan celaka padamu. Allah membuat tangan dan kakimu lumpuh. Karena itu bertaubatlah kepada Allah sehingga Allah akan menyembuhkan tangan dan kakimu.”

Bertaubatlah raja dan Allah menyembuhkan tangan dan kakinya seketika itu juga.

Kemudian dia memandang kepada Sarah, dan dia tidak dapat menahan diri lagi karena kecantikannya. Dia bermaksud menjamahnya untuk kedua kalinya, maka Allah mmebutakan kedua matanya. Bertaubatlah raja itu dan Allah pun mengembalikan penglihatannya kepada dirinya.

Kemudian dia masih menginginkan untuk ketiga kalinya, maka Allah membuat lumpuh semua anggota tubuhnya. Lalu barulah dia bertaubat dengan sebenar-benarnya, dan mengembalikan Sarah kepada Ibrahim serta minta ampun sebanyak-banyaknya.

Berkatalah raja kepada Ibrahim, “Putuskanlah dengan putusan yang engkau kehendaki kepadaku.”

Nabi Ibrahim berkata, “Semua itu adalah urusan Tuhanku, aku tidak akan memutuskan kecuali apa yang diperintahkan oleh Tuhanku.”

Lalu turunlah malaikat Jibril dan berkata, “Hai Ibrahim, Allah berfirman kepadamu, ‘Katakanlah kepada raja, bahwa dia harus keluar dair kerajaan dan semua kekayaannya, dan menyerahkannya kepadamu, kemudian doakanlah dia.”

Nabi Ibrahim mengabarkan semua putusan Allah itu kepada raja, dan raja pun menerima keputusan Allah itu. Nabi Ibrahim lalu mendoakannya dan Allah menyembuhkan seluruh anggota tubuhnya.

Ketika raja itu sembuh, dia datang menghadap dengan membawa Hajar dan diserahkannya dia kepada Sarah. Berkatalah Sarah, “Aku memberikannya kepada Ibrahim, karena dia sudah susah akibat diriku.”

Lalu diberikannya hajar kepada Ibrahim dan diapun mengajukan alasan kepada ibrahim, dan berkata, “Janganlah engkau susah, karena Allah telah menghilangkan peghalang di antara aku dan engkau.”

 

Sumber: Durrotun Nasihin