Kisah Mengagumkan Mengenai Orang Yang Sering Membaca Shalawat

Semua umat islam haruslah sering mengamalkan atau membaca shalawat kepada Nabi Muhammad. Di bawah ini adalah kisah mengagumkan yang terjadi kepada orang yang sering membaca shalawat kepada Nabi Muhammad saw.

Diceritakan dari Fudhail bin Iyadh, dari Sufyan Ats Tsauri, bahwa dia berkata, “Aku pernah mengerjakan ibadah haji, lalu aku lihat seorang laki-laki di tanah Haram sedang membaca shalawat kepada Nabi Muhammad saw di mana saja dia berada dalam Tanah Haram itu, ketika Thawaf di Ka’bah dan ketika berada di Arafah dan Mina.

Berkatalah aku, ‘Hai seorang laki-laki, setiap tempat ada bacaannya tersendiri. Lalu mengapa engkau selalu membaca shalawat kepada Nabi Muhammad?’ dia menjawab, ‘Sesungguhnya aku memiliki kisah mengenai hal itu.’ Akupun berkata, ‘Coba ceritakanlah kisah itu kepadaku.’

Dia berkata, ‘Aku pernah keluar dari Khurasan untuk beribadah haji ke Baitullah ini beserta ayahku. Lalu aku sampai ke Kufah dan sakitlah ayahku dan meninggal. Kututup wajahnya dengan kain dan ketika aku membuka wajahnya aku lihat wajahnya berubah seperti wajah himar. Susahlah aku dengan kesusahan yang besar, dan berkata dalam hati, “Bagaimana aku harus memperlihatkan keadaan ini kepada manusia, sedng ayahku telah berubah wajahnya seperti ini?’

Kemudian aku mengantuk sesaat dan aku bermimpi seakan-akan ada seorang laki-laki yang bersinar wajahnya datang kepadakami, dan dia mengenakan tutup kepala dan membuka wajahnya. Berkatalah orang itu kepadaku, ‘Mengapa engkau kelihatan susah sekali seperti ini?’ mendekatlah dia kepada ayahku dan mengusap wajahnya. Bebaslah ayahnya itu dari cobaan yang dideritanya. Mendekatlah aku kepada ayahku dan menyingap wajahnya. Aku memandangnya ternyata wajahnya seperti bulan yang tampak pada malam purnama.

Bertanyalah aku, ‘Siapakah engkau ni?’ dia menjawab, ‘Aku adalah Muhammad Al Musthafa.’

Maka aku pegangi ujung selendangnya dan aku berkata, ‘Demia hak Allah swt ceritakanlah kisah ayah kepadaku.’ Berkatalah beliau, ‘Ayahmu adalah pemakan riba, dan sesungguhnya diantara hukum Allah adalah bahwa orang yang makan riba dijadikanlah rupanya seperti rupa himar, adakalanya di dunia dan adakalanya di akhirat. Dan Allah benar-benar telah menjadikannya untuk ayhmu di dunia ini. Tetapi ayahmu ketika di dunia selalu membaca shalawat kepadaku setiap malam menjelang tidur di pembaringannya seratus kali. Lalukeika keadaan ini terjadi pada dirinya datanglah malaikat yang biasa melaporkan amal-amal ummatku kepadaku. Dia menceritakan keadaannya kepadaku. Maka aku memohon kepada Allah dan Dia menerima pemberian syafaatku untuknya.”

 

Sumber: Durrotun Nasihin