Keutamaan Membantu Kesusahan Orang Lain

Sebagai umat muslim, hendaklah kita selalu membantu kesusahan dan kesulitan orang lain. selain itu kita harus berusaha menutupi aib sesama umat muslim.

Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah, dia mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Barang siapa yang menghilangkan kesusahan dari seorang mukmin, yaitu kesusahan-kesusahan dunia”, dengan memberikan hartanya atau pertolongannya, atau dengan pendapat dan sarannya. Beliau membatasi dengan mukmin, karena dialah yang banyak kemungkinan susah di dunia. Maka Allah akan menghilangkan dari orang itu sebuah kesusahan dari kesusahan-kesusahan akhirat.”

“Barang siapa yang membuat mudah orang yang fakir.” Yaitu mencakup orang mukmin dan kafir. Artinya orang fakir yang mempunyai hutang, lalu ditangguhkannya waktu pembayaran atau dikurangi sebagian hutangnya, maka Allah akan memudahkannya di dunia dan akhirat.

Dan barang siapa yang menutupi seorang muslim yang mengerjakan perbuatan buruk yaitu tidak mencemarkannya, atau menutui orang yang telanjang dengan diberikannya pakaian, maka Allah akan menutupinya di dunia dan akhirat. Allah selalu menolong hamba selagi hamba itu sibuk menolong saudaranya yang muslim, dan memnuhi hajatnya.

Barang siapa yang menempuh sebuah jalan dengan mencari ilmu di dalamnya. Kata ilmu dengan nakirah agar mencakup semua bentuk ilmu agama, sedikit maupun banyak. Disini ada perintah sunat untuk berangkat dalam perjalanan perlu mencari ilmu. Nabi Musa Al Kalim juga telah berangkat ke tempat Nabi Khadir dan berkata, ‘Bolehkah aku mengikutimu supaya engkau mau mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu yang telah diajarkan kepadamu.’

 

Sumber: Durrotun Nasihin