Keutamaan dan Rahasia Puasa

Puasa

Setiap umat muslim diwajibkan untuk berpuasa (puasa ramadhan), dan ada juga puasa yang hukumnya sunah, seperti puasa senin kamis, puasa Nabi Daud, dan lain sebagainya.

Banyak sekali dalil yang menerangkan mengenai keutamaan orang-orang yang sering puasa. Beberapa diantaranya seperti yang berikut ini.

Orang-orang yang berpuasa akan keluar dari kubur mereka dan dapat dikenali dengan bau puasa mereka serta dijemput dengan segala macam hidangan dan cerek berisi minuman. Dikatakanlah kepada mereka, “Makanlah, karena kamu telah lapar ketika para manusia sedang kenyang, dan minumlah karena kamu telah merasa haus ketika para manusia sedang segar, serta beristirahatlah.” Lalu mereka makan, minum, dan beristirahat, sedang para manusia menghadapi hisab.

Dalam Khabar dari Nabi Muhammad saw, “Manusia akan dihimpun di hari kiamat seperti ketika mereka dilahirkan oleh ibunya, dalam keadaan tidak beralas kaki lagi telanjang.” A’isyah bertanya, “Laki-laki dan perempuan?” beliau bersabdan “Ya.”

A’isyah berkata, “Aduh malunya. Sebagian mereka melihat yang lain.” Nabi Muhammad menepuk kedua bahunya dengan tangannya. Beliau bersabda, “Hai puteri Abu Quhafah, manusia sibuk dengan dirinya masing-masing tidak sempat melihat orang lain pada hari itu. Pemandangan matanya tertuju ke langit. Mereka berdiam selama 40 tahun dengan tidak makan dan tidak minum. Di antara mereka ada yang peluhnya sampai mata kakinya., ada yang sampai betisnya, ada yang sampai perutnya, dan ada pula yang sampai dadanya. Peluh itu terjadi karena lama berdiri.”

A’isyah berkata, “Ya Rasulullah, apakah ada seseorang yang dihimpun dengan berpakaian pada hari kiamat?” Beliau bersabda, “Ada, yaitu para Nabi, keluarganya, orang-orang yang berpuasa bulan Rajab, Sya’ban, dan Ramadhan secara berturut-turut. Semua manusia adalah lapar pada hari itu kecuali para Nabi, keluarganya, dan orang-orang yang berpuasa bulan Rajab dan Sya’ban. Mereka kenyang tetapi tidak yang lain. mereka tidak merasa lapar atau haus. Semua orang dihalau ke Mahsyar di dekat Baitul Maqdis, sebuah daerah yang disebut As Sahirah.”

Allah berfirman dalam surat An Naazi’at ayat 13-14, “Sesungguhnya dibangkitkannya manusia kembali hanyalah sebuah tiupan sekali. lalu tiba-tiba mereka (hidup kembali) di permukaan bumi (As Sahirah).”

Disebutkan bahwa makhluk ini di arena kiamat terbagi menjadi 120 baris. Setiap barisan panjangnya 40 ribu perjalanan dan lebarnya jarak 20 ribu tahun perjalanan. Dan dikatakan pula bahwa orang-orang mukmin dari mereka hanya 3 barisan, sedang yang lain adalah orang-orang kafir.

Diriwayatkan dari Rasulullah saw, “sesungguhnya umatku ada 120 barisan.”

Inilah yang shahih. Sedangkan sifat-sifat orang mukmin adalah bahwa mereka putih wajahnya, bersinar wajahnya, dan bersinar tangan dan kakinya. Adapun sifat orang kafir adalah mereka hitam (gelap) wajahnya dan disertai setan.

 

Sumber: Durrotun Nasihin