Kepedihan Mati (Sakitnya Sakaratul Maut)

Sakaratul maut merupakan saat-saat yang menegangkan dan menyakitkan. Jangankan orang kafir, orang mukmin juga akan merasakan sakitnya sakaratul maut (kepedihan mati).

Allah berfirman dalam surat Al Anbiya ayat 34-35:

“Dan tidaklah Kami menjanjikan keabadian bagimanusia sebelummu, maka jika engkau harus mati lalu apakah mereka dapat abadi?

Setiap orang akan merasakan mati, dan Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai suatu ujian kepada Kamilah akan dikembalikan.”

Disebutkan bahwa malaikat maut mempunyai bawahan berupa 70 malaikat rahmat dan 70 malaikat azab. Ketika dia mencabut ruh seorang mukmin dia akan menyerahkannya kepada malaikat rahmat, lalu malaikat-malaikat rahmat itu menggembirakannya dengan surga dan pahala serta membawa naik ke langit sampai setinggi-tingginya surga illiyyin. Dan apabila dia mencabut nyawa orang kafir dia akan menyerahkannya kepada malaikat-malikat azab, kemudian mereka membawanya ke neraka sijjin sampai ke tempat yang paling bawah.

Nabi Muhammad bersabda, “Seandainya kepedihan sehelai rambut dari orang yang mati itu diletakkan pada langit dan bumi tentu matilah semua penghuninya dengan ijin Allah swt. sebab pada setiap helai rambut terdapat kematian dan kematian itu tidak berada pada sesuatu kecuali matilah sesuatu itu beserta seluruh anggotanya.”

Disebutkan bahwa malaikat maut itu memiliki 4 wajah, yaitu di atas kepalanya, beranda di depan, berada di belakang punggung, dan di bawah kedua kaki. Dia mencabut ruh para Nabi dan para malaikat dengan wajah di atas kepalanya, ruh orang-orang mukmi dengan wajah bagian depannya, ruh orang-orag kafir dari wajah di belakang punggungnya dan ruh para jin dengan wajah di bawah kakinya. Sebuah kaki malaikat maut berada di atas titian jahanam, sedang kaki yang lain di atas singgasana surga. Dan karena besarnya malaikat maut, seandainya seluruh air laut dan sungai ditumpahkan di atas kepalanya maka tidak setetespun yang tumpah ke bumi.

Diriwayatkan bahwa Nabi Isa telah menghidupkan orang-orang mati dengan ijin Allah swt. sebagian orang-orang kafir berkata, “Engkau menghidupkan orang mati jika dia masih baru. Mungkin dia memang belum mati. cobalah hidupkan pada kamu orang yang mati pada jaman dahulu kala.”

Nabi Isa berkata, “Pilihlah siapa yang engkau kehendaki?” Mereka berkata, “Hidupkan pada kami Sam bin Nuh.”

Maka datanglah Nabi Isa ke kuburnya dan mengerjakan shalat dua rakaat serta berdoa kepada Allah. hiduplah Sam, ternyata kepala dan jenggotnya telah memutih. Berkatalah Nabi Isa, “Hai Sam, mengapa uban ini tumbuh sedang uban itu tidak ditemukan pada zamanmu?” Dia menjawab, “Aku telah mendengar panggilanmu, maka aku mengira bahwa kiamat telah tiba. Lalu berubahlah kepala dan jenggotku karena takut penderitaa kiamat itu.”

Nabi Isa bertanya, “Sudah berapa tahun engkau menjadi mayat?” Dia menjawab, “Sudah 4 ribu tahun, tetapi belum hilang dari diriku kepedihan sekarat mati dan penderitaannya.”

 

Sumber: Durrotun Nasihin