Ganjaran Bagi Orang Yang Berdzikir

Umat islam diharuskan sering berdzikir dan mendekatkan diri kepada Allah swt. karena sesungguhnya tidak ada daya daan kekuatana kecuali dengan pertolongan Allah.

Allah berfirman dalam surat Al Ahzab ayat 41-43, “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kamu kepada Allah dengan dzikir yang banyak. Dan tasbihkanlah Dia di waktu pagi dan petang. Dialah Tuhan yang memberi rahmat kepadamu dan juga malaikat-malaikat-Nya memohonkan ampuna kepadamu, agar Dia mengeluarkan akamu daria kegelapan menuju cahaya teranga. Dan Allaha Maha Penyayang kepada orang-orang mukmin.”

Dan di dalam surat Al Baqaarah ayat 152, “Maka berdzikirlah kepada-Ku.” Yakni ingatlah kepada-Ku adengan taat “maka Aku akan berdzikir kepadamu.”

Yakni mengingatmu dengan ampunan dan pahala. Atau ingatlah akamua kepada-Ku dengan bertaubat maka Aku akana mengingatmu adengan menerima taubat da ampunan-Ku. Atau ingatlah kepada-Ku dengan berdoa maka Aku akan mengingatmu dengan pengabulan. Seperti firman Allah dalam suarat Al Mu’min ayat 60:

“Berdoalah kamu maka Aku akan mengabulkan.”

Atau ingatlah aakamau kepada-Ku ketika di buaianmu (di dunia) maka Aku akan mengingatmu di liang lahat, yaitu dengan ditetapkan pada ucapan yang tetap (kalimah tauhid) aketika ditanya dua malaikat adi dalam kuburnya, mengenai Tuhannya, agamanya, Nabinya. Atau ingatlah kamu kepada-Ku dengan bertawakkal maka Aku akan mengingatmu dengan kecukupan, berdasarkan firman Allah dalam surat Ath Thalaq ayat 3:

“Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah, maka dia akan mencukupkannya.”

Atau ingatlah kepada-Ku dengan berbuat baik maka Aku akan mengingatmu dengan memberikan rahmat. Karena firman Allah dalam surat Al A’raaf ayat 56:

“Sesungguhnya rahmat Allah adalah dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.”

Nabi Muhammad bersabda, “Janganlah kamu memperbanyak bicara tidak dengan dzikir Allah, karena banyak bicara tidak dengan dzikir Allah menyebabkan kekerasan hati, dan sesungguhnya manusia yang paling jauh dari Alah adalah orang yang hatinya keras membatu.”

 

Sumber: Durrotun Nasihin