Fadhillah atau Keutamaan Puasa

Puasa merupakan sebuah kewajiban yang dibebankan kepada setiap muslim yang berakal dan sudah baligh. Puasa itu sebuah perkara dengan menahan lapar dan haus, artinya tidak makan dan minum dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari, serta tidak melakukan hubungan seks di siang hari.

Banyak sekali dalil yang menerangkan mengenai keutamaan orang-orang yang sering puasa.

Puasa

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah, dia berkata bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Apabila datang hari kiamat dan manusia dlam kubur telah dibangkitkan, maka Allah menurunkan wahyu kepada malaikat Ridwan, ‘Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan orang-orang yang ahli berpuasa dari kubur mereka dalam keadaan lapar dan dahaga. Maka tempatkanlah mereka dengan kesenangan-kesenangan mereka di surga.’

Maka berteriaklah malaikat Ridwan, ‘Wahai para remaja dan kanak-kanak yang belum mencapai baligh kemarilah kamu.’ Mereka datang dengan membawa baki-baki dari nur dan berkumpul di samping malaikat Ridwan, dengan jumlah yang lebih banyak dari bilangan debu, tetes-tetes air hujan, bintang-bintang di langit dan dedaunan pohon-pohon dengan membaw buah-buahan yang banyak, makanan yang mewah dan minuman yang lezat. Mereka menjemput orang-orang ahli puasa itu dan memberi makan orang-orang itu dengan makanan tersebut. dikatakanlah kepada mereka, ‘Makanlah dan minumlah dengan enak sebab amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lewat.’

Keutamaan puasa Arafah

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa Rasulullah saw telah bersabda, “Tiga golongan akan berjabat tangan dengan par malaikat pada harinya mereka keluar dari kubur mereka, yaitu: Orang-orang mati syahid, orang-orang yang berdiri untuk ibadah dalam malam ramadhan (shalat tarawih), dan orang-orang yang berpuasa pada hari Arafah (tanggal 9 dzulhijjah).”

Dari A’isyah, dia berkata bahwa Rasulullah telah bersabda, “Hai A’isyah, sesungguhnya dalam surga itu terdapat beberapa gedung dari intan, mutiara yaqut, emas dan perak.” Aku bertanya, “Ya Rasulullah, untuk siapakah gedung-gedung itu?” Beliau bersabda, “Untuk orang-orang yang berpuasa pada hari Arafah. Hai A’isyah, sesungguhnya hari yang lebih dicintai Allah adalah hari jumat dan hari Arafah, karena di dalamnya penuh dengan rahmat. Dan sesungguhnya hari yang lebih dibenci Allah adalah hari Jum’at dan hari Arafah. Hai A’isyah, barang siapa pagi harinya berpuasa di hari Arafah maka Allah akan membuka baginya tiga puluh macam pintu kebaikan, dan menutup darinya 30 pintu kejahatan. Lalu apabila dia berbuka dan minum air maka semua urat yang ada pada tubuhnya memohonkan ampun untuknya, dan berkata, ‘Ya Allah, berilah rahmat kepadanya.’ Sampai terbit fajar.

 

Sumber: Durrotun Nasihin