Balasan Bagi Orang Durhaka dan Syafaat Orang Mukmin

Allah telah berfirman mengenai dihinakannya orang-orang yang berdosa, sebagai balasan atas perbuatan dosa mereka dan karena besarnya kejahatan mereka.

“Dan kami akan menghalau orang-orang yang durhaka ke Jahannam dengan kehausan.” Kami halau orang-orang durhaka seperti ternak sedang dihalau. Mereka di halau ke Jahannam dengan berjalan kaki dan dalam keadaan haus serta terkoyak-koyak jantungnya karena haus.

Allah berfirman dalam surat Maryam ayat 86-87, “Mereka tidak menguasai pemberian syafaat, kecuali orang yang telah membuat perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pengasih.”

Yakni baik orang-orang mukmin maupun orang berdosa (kafir), mereka tidak menguasai pemberian syafaat kecuali orang-orang yang telah membuat perjanjian di dunia.

Orang yang telah mengambil perjanjian di sisi Allah yaitu orang yang membaca Laa ilaaha illallaah. Jadi artinya tidak dapat memberi syafaat kecuali orang yang mukmin.

Allah berfirman dalam surat Thaahaa ayat 109, “Tidak berguna syafaat kecuali syafaat orang yang diijinkan Allah Yang Maha Pengasih.”

Tidak dapat memberi syafaat kecuali orang yang diperintahkan untuk memberikan syafaat, yaitu orang-orang yang memiliki iman.

Rasulullah saw bersabda, “Barang siapa yang datang dengan membawa shalat lima waktu pada hari kiamat, dan dia benar-benar telah memelihara wudhunya, waktunya, ruku’nya, dan sujudnya serta tidak mengurangi sedikitpun dari semua itu, maka dia memiliki sebuah perjanjian di sisi Allah untuk tidak mengadzabnya. Dan barang siapa yang datang, tetapi telah mengurangi sesuatu dari hal-hal yang disebut itu maka tidaklah dia memiliki perjanjian. Jika Allah menghendaki, Allah akan memberinya rahmat, dan jika Allah menghendaki, Allah akan mengadzabnya.”

 

Sumber: Durrotun Nasihin