Bagaimanakah Agar Selamat Dari Kejahatan Setan dan Menjadi Ahli Ma’rifat?

Menurut Hukama’, bahwa barang siapa yang ingin menjadi orang arif (ma’rifat kepada Allah), dan selamat dari setan, maka hendaklah dia menghilangkan empat hal yang menghalangi dia dengan ma’rifat, yaitu: Iblis dan apa yang dikehendakinya, nafsu dan apa yang dikehendakinya, kesenangan dan apa yang dikehendakinya, serta dunia dan apa yang dikehendakinya.

Menjadi orang arif dan selamat dari setan dengan menjauhi iblis

Iblis menghendaki kemusnahan agama kalian, agar kalian bersamanya di neraka dengan abadi. Seperti firman Allah dalam surat Al Hasyr ayat 16, “(Bujuk rayu orang munafik itu) seperti (bujuk rayu) setan, ketika dia berkata kepada manusia, ‘kufurlah engkau…”

Allah juga berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 268, “Setan itu menjanjikan kamu dengan kemiskinan (menakut-nakuti).”

Menjadi orang arif dan selamat dari setan dengan menjauhi Nafsu

Nafsu itu menghendaki perbuatan durhaka dan meninggalkan ketaatan. Ia adalah sangat tercela. Allah telah menerangkan tercelanya pada lidah Nabi Yusuf dengan kata-katanya:

“Sesungguhnya nafsu itu selalu memerintahkan kejahatan.” (Yusuf ayat 53)

Menjadi orang arif dan selamat dari setan dengan menjauhi kesenangan

Kesenangan, ia akan menghendaki semua keinginan dan meninggalkan kesungguhan dalam pengabdian kepada Allah.

Allah berfirman dalam surat An Naazi’aat yat 40, “Dan adapun orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan nafsu dari kesenangannya.”

Menjadi orang arif dan selamat dari setan dengan menjauhi dunia

Dunia menghendaki agar orang memilih amalan untuk dunia mengalahkan amalan akhirat. Allah berfirman dalam surat An Naazi’aat ayat 37-39, “Adapun orang-orang yang melampaui batas, dan mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya neraka jahim lah yang menjadi tempat tinggalnya.”

Jika telah dapat menghilangkan empat hal ini, maka orang arif telah mencapai Dzat yang harus dima’rifatkan yaitu Allah swt. tetapi orang yang taat kepada Iblis dalam kehendaknya, maka dia telah berusaha untuk memusnahkan agamanya dan jadilah adzbanya diabadikan seperti adzab iblis.

Orang yang taat kepada nafsu dan kehendaknya, yaitu maksiat jadilah adzabnya masih dapat terhenti. Orang yang taat kepada kesenangan dalam kehendaknya, yaitu semua bentuk keinginan maka dia berada dalam hisab yang berat.

Dan barang siapa yang taat kepada dunia dalam kehendaknya, yaitu mengutamakan dunia itu mengalahkan akhirat maka dia akan kehilangan dunia dan akhirat.

Allah berfirman dalam surat Al Hajj ayat 11, “Dan akan merugi di dunia dan akhirat.”

Orang yang memenuhi kehendak iblis hilanglah Tuhan darinya. Karena firman Allah dalam surat Az Zukhruf ayat 36, “Barang siapa yang berpaling dari peringatan Tuhan Yang Maha Pengasih (Al Qur’an) maka Kami sertakan padanya setan, lalu setan itu selalu mengiringinya.”

Orang yang memenuhi nafsu hilanglah wira’i dari dirinya, orang yang memenuhi kesenangan hilanglah akal sehatnya, dan orang yang memnuhi dunia hilanglah akhirat darinya. Karena firman Allah dalam surat Al Kahfi ayat 50, “Seburuk-buruk pengganti untuk orang-orang dzalim adalah iblis itu.”

 

Sumber: Durrotun Nasihin