Apa Yang Dimaksud Dengan Amanat?

Amanat itu shalat lima waktu

Menurut sebagian ulama bahwa yang dimaksud dengan amanat itu adalah shalat lima waktu. Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 238, “Peliharalah semua shalat dan juga shalat Wusthaa (Ashar) dan berdirilah untuk Allah dengan patuh.”

Nabi Muhammad juga bersabda, “Shalat itu tiang agama, maka barang siapa yang menegakkannya maka benar-benar dia telah menegakkan agama, dan barang siapa yang meninggalkannya, maka benar-benar dia telah merobohkan agama.”

Diriwayatkan bahwa Ali karamallaahu wajhah, ketika tiba waktu shalat dia kelihatan berubah wajahnya. Dianyalah dia mengenai hal itu, dan dia berkata, “Telah datang waktu amanat yang pernah ditawarkan oleh Allah pada langit, bumi dan gunung lalu mereka enggan memikulnya. Tetapi aku telah memikulnya dalam keadaanku yang lemah ini. Maka aku tidak mengetahui apakah aku akan dapat memenuhi amanat itu atau tidak?”

Amanat itu adalah memelihara anggota tubuh

Sebagian ulama lagi mengatakan bahwa yang dimaksud amanat itu adalah beberapa anggota tubuh. Maka mata adalah sebuah amanat yang wajib dicegah dari pemandangan haram. Seperti firman Allah dalam surat An Nuur ayat 30, “Katakanlah kepada orang-orang mukmin laki-laki, ‘Hendaklah mereka memejamkan penglihatannya.”

Perut adalah sebuah amanat yang harus dicegah dari memasukkan haram ke dalamnya. Seperti firman Allah dalam surat Ali Imraan ayat 130, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu makan riba.”

Allah berfirman dalam surat An Nisaa ayat 10, “Sesungguhnya orang-orang yang makan harta anak-anak yatim dengan cara yang dzalim, sebenarnya mereka itu makan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam neraka sa’ir.”

Lidah adalah sebuah amanat yang wajib dicegah dari pergunjingan dann bicara kotor. Seperti firman Allah dalam surat Al Hujuraat ayat 12, “Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain.”

Telingan adalah suatu amanat yang wajib dicegah dari mendengarkan hal-hal yang mungkar dan dilarang. Seperti firman Allah dalam surat Al Israa ayat 36, “Dan janganlah engkau mengikuti sesuatu yang engkau tidak memiliki pengertian mengenai sesuatu itu.”

Demikian pula tangan, kaki, dan farji. Semuanya adalah amanat-amanat yang wajib dipelihara dari hal-hal yang haram.

 

Sumber: Durrotun Nasihin