Perumpamaan susunan manusia dengan cakrawala dan gugusan bintang

Disebutkan bahwa susunan falak (cakrawala) dan buruj (gugusan bintang) adalah seperti susunan manusia. Sebagaimana falak ini ada tujuh, demikian pula halnya anggota manusia. Falak terbagi menjadi 12 buruj, demikian pula halnya dalam tubuh manusia ada 12 lubang. Yaitu dua buah mata, dua buah telinga, dua buah lubang hidung, dua buah kemaluan (farji dan dubur), dua lubang buah dada, mulut dan pusar.

Dalam falak terdapat 6 macam buruj di bagian selatan dan enam buruj di bagian utara. Demikian pula haknya enam lubang manusia ada di bagian kanan dan enam lubang di bagian kiri.

Dalam falak terdapat 7 bintang dan dalam tubuh pun tujuh macam keutamaan, yaitu pendengaran, penglihatan, penciuman, perasa, peraba, daya pikir dan daya bicara. Karena itu gerakan pun seperti gerakan bintang-bintang, kelahiran seperti bintang terbit dan mati seperti bintang terbenam.

Semua ini adalah contoh dalam alam atas. Sedang alam bawah maka tubuh seperti bumi, tulang-tulang seperti parit-parit atau sungai, daging seperti tanah, rambut seperti tumbuh-tumbuhan, wajah seperti dunia timur, puggung seperti dunia barat, kanan seperti selatan, dan kiri seperti utara, nafas seperti angin, bicara seperti petir, tertawa seperti kilat, tangis seperti huja, kemarahan seperti medung, tidur seperti mati, jaga (bangun) seperti hidup, muda seperti kemarau, dan tua seperti musim penghujan.

Allah berfirman dalam surat Al Mu’minuun ayat 14, “Maka Maha Berkah Allah, pencipta terbaik.”

Dan Allam menjadikan 35 ruas tulang dalam telapak tangan dan 35 ruas tulang juga dalam telapak kaki.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah mengenai penafsiran firman Allah, “Tuhan seru sekalian alam.”

Bahwa Allah telah menciptakan makhluk dan menjadikannya empat jenis, yaitu malaikat, setan, jin dan manusia. Kemudian menjadikan 4 jenis itu atas 10 bagian. Sembilan bagian untuk malaikat dan satu bagian untuk setan, manusia dan jin.

Kemudian tiga jenis itu dijadikan 10 bagian, 9 untuk setan dan satu bagian untuk jin dan manusia. Kemudian dua jenis ini dijadikan 10 bagian pula, 9 untuk jin dan 1 bagian untuk manusia. Kemudian manusia dijadikan 125 bagian, dan seratus bagian diletakkan di negara Hindi yang tempat mereka adalah di neraka, dua belas bagian di Rum yang tempat mereka seluruhnya di neraka, enam bagian diletakkan di dunia timur yang tempat mereka seluruhnya di neraka, enam bagian diletakkan di dunia barat dan semua mereka adalah penghuni neraka.

Tinggallah satu bagian yang terbagi lagi menjadi 73 bagian, 72 bagian adalah orang-orang ahli bid’ah dan ahli sesat, sedang satu bagian adalah selamat dan mereka itu adalah orang-orang ahli sunnah wal jama’ah. Tetapi hisab mereka tetap ada pada Allah swt. dia mengampuni orang yang dikehendaki-Nya dan menyiksa orang yang dikehendaki-Nya pula.

Sumber: Durrotun Nasihin