Mukjizat Nabi Muhammad saw

Mukjizat merupakan sebuah hal yang luar biasa atau diluar nalar yang terjadi pada seorang Nabi. Nabi Muhammad memiliki banyak mukjizat yang diberikan Allah. beberapa diantaranya seperti yang dikisahkan di bawah ini:

Diriwayatkan dari Uqail bin Abi Thalib, dia berkata, “Aku pernah bepergian bersama Nabi Muhammad saw. Aku lihat 3 hal dari beliau, maka menjadi mantaplah islam dalam hatiku disebabkannya:

Pertama, Nabi Muhammad saw ketika hendak memenuhi hajat sedang di depan beliau terdapat pepohonan. Beliau bersabda, “Majulah ke arah pohon-pohon itu dan katakan kepadanya, ‘Rasulullah bersabda, ‘Kemarilah dan jadilah sebagai tutup untukku, karena aku akan berwudhu.’ lalu keluarlah aku tetapi belum selesai aku melaksanakan tugas yang diberikan Rasulullah ini kecuali pohon-pohon tersebut telah putus pangkalnya dan berpindah di sekitar beliau, sehingga Nabi Muhammad selesai lalu kembalilah poho-pohon itu ke tempatnya semula.

Kedua, aku pernah dilanda kehausan, lalu aku mencari air tetapi tidak aku temukan. Nabi Muhammad bersabda, “Naiklah ke atas gunung ini, dan sampaikan salamku kepadanya. Katakanlah padanya, ‘Jika di dalammu terdapat air, maka berilah aku minum.’ Maka naiklah aku ke atas gunung itu dan berkata padanya, seperti apa yang disabdakan Nabi Muhammad saw. Belum selesai aku berbicar, gunung itu telah menyahut dengan perkataan yang fasih, ‘Katakan kepada Rasulullah, sejak harinya Allah menurunkan ayat:

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang umpannya adalah manusia dan batu.” (At Tahrim ayat 6)

Aku menangis takut kalau-kalau aku adalah batu itu, lalu tidak ada air lagi padaku.

Ketiga, ketika kami sedang berjala tiba-tiba ada seekor unta sedng berlari sehingga sampai di depan Rasulullah. Berkatalah unta itu, “Ya Rasulullah, minta perlindungan, minta perlindugan.” Belum lagi unta itu berdiam hingga datang seorang Badui di belakangnya dengan pedang terhunus.

Nabi Muhammad bersabda, “Apa yang engkau inginkan terhadap hewan yang tidak berdaya ini?” Badui menjawab, “Ya Rasulullah aku telah membelinya dengan harga yang mahal, tetapi dia tidak taat kepadaku. Karena itu aku akan menyembelihnya dan memanfaatkan dagingnya.”

Nabi Muhammad bersabda, “Mengapa engkau menentangnya?” Unta itu menjawab, “Ya Rasulullah, bukannya aku menentangnya karena suatu pekerjaan, tetapi aku menentangnya karena perbuatan jahat yang dilakukannya. Karena orang-orang kampung dimana laki-laki ini tinggal selalu tidur meninggalkan shalat Isya. Seandainya dia mau berjanji kepadamu untuk mengerjakan shalat isya’ tentu aku berjanji kepadamu untuk tidak menentangnya. Karena aku takut diturunkan siksa dari Allah dan aku berada pada mereka. Akhirnya Nabi Muhammad saw mengambil perjanjian pada orang Badui itu untuk tidak meninggalkan shalat lagi, da menyerahkan unta itu kepadanya. Lalu pulanglah Badui kepada keluarganya.

 

Sumber: Durrotun Nasihin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *