Keutamaan Shalat Tahajjud

Shalat tahajud adalah shalat malam yang dikerjakan setelah sebelumnya terlebih dahulu tidur dulu. Waktu mengerjakannya adalah pada sepertiga malam terakhir (utamanya). Banyak sekali keutamaan dari shalat tahajud, seperti yang diuraikan di bawah ini.

Orang yang melaksanakan shalat tahajud memiliki banyak kata hikmah

Dari Umar bin Al Khaththab, dari Nabi Muhammad saw, beliau bersabda, “Barang siapa yang mengerjakan shalat malam dan membuat bagus shalatnya itu maka Allah akan memuliakannya dengan sembilah hal, lima di dunia dan  lainnya di akhirat. Lima hal yang diberikan di dunia yaitu: 1) Allah akan memeliharanya dari segala macam bencana, 2) Kelihatan jelas bekas taatnya pada wajahnya; 3) Allah akan menjadikan hati hamba-hamba-Nya yang shalih dan hati manusia seluruhnya mencintainya; 4) Lidahnya lancar mengucapkan kata-kata hikmah; 5) Allah menjadikannya sebagai orng yang penuh hikmah, yakni mengaruniainya pandai agama.

Sedangkan empat yang diberikan di akhirat adalah; 1) Dia akan dihimpun dari kuburnya dengan bersinar wajahnya; 2) Allah akan memudahkan hisab baginya; 3) Dia akan melewati Shirath seperti kilat yang menyambar; 4) Dia akan diberikan catatan amalnya dengan tangan kanannya di hari kiamat.

Dari Nabi Muhammad, beliau bersabda, “Pada malam aku diisra’kan ke langit, Tuhanku mewasiatkan kepadaku tentang lima hal. Dia berfirman, ‘Janganlah engkau gantungkan hatimu dengan dunia karena Aku tidak menciptakannya untukmu. Jadikanlah kecintaanmu untuk-Ku karena tempat kembalimu adalah kepada-Ku. Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan surga. Putuslah harapan kepada makhluk karena tidak satupun berada di tangan mereka. Dan abdikanlah untuk bertahajjud, karena pertolongan itu bersama shalat malam.”

Dari Abu Umamah dari Nabi Muhammad saw, beliau bersabda, “Berpeganglah pada shalat malam, karena ia adalah tindakan orang-orang shalih sebelum kamu, baik para Nabi maupun para wali.”

Dari Nabi Muhammad, beliau bersabda, “Barang siapa yang bangun tidur lalu membaca Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahuu, lahul mulku wa lahul hamdu, wahuwa ‘alaa kulli syai-in qadiir. Subhaanallaahi wal hamdulillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu akbaru, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adhiim. Rabbigh firlii wa li waalidayya wa lilmu-miniina wal mu-minaat. (Tiada Tuhan kecuali Allah yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala pujian, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Maha Suci Allah, segala pujian bagi Allah tiada Tuhan kecuali dan Allah Maha Besar. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Ya Tuhanku, ampunilah aku, kedua orang tuaku, orang-orang mukmin laki-laki dan orang-orang mukmin perempuan.) Maka Tuhannya akan mengampuninya.”

 

Sumber: Durrotun Nasihin