Keutamaan Manusia dibandingkan makhluk lain

Manusia merupakan makhluk yang paling mulia di antara makhluk Allah yang lainnya. allah berfirman dalam surat Al Isra’ ayat 70:

“Dan sesungguhya Kami benar-benar telah memuliakan anak cucu Adam, Kami muatkan mereka di daratan dan di lautan, Kami berikan rezki kepada mereka dari rezeki-rezeki yang baik, serta Kami lebihkan mereka dengan sepenuh kelebihan atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.”

Diriwayatkan dari Wahbu bin Munabbih, sesungguhnya Nabi Muhammad bersabda, “Barang siapa yang membacakan salam padaku 10 kali, maka seolah-olah dia telah memerdekakan seorang budak.”

Diriwayatkan bahwa Amer bin Ka’b dan Abu Hurairah telah masuk pada Rasulullah. Berkatalah mereka, “Siapakah orang yang paling alim di antara manusia ini ya Rasulullah? Beliau bersabda, “Orang yang berakal.” Mereka bertanya, “Siapakah orang yang paling beribadah di antara manusia ini?” beliau bersabda, “Orang yang berakal.”

Mereka bertanya lagi, “Siapakah orang yang paling utama di antara manusia ini?” beliau bersabda, “Orang berakal, segala sesuatu ada alatnya sedang alat seorang mukmin adalah akal, setiap kaum mempunyai pemimpin sedang pemimpin seorang mukmin adalah akal, dan bagi setiap kaum mempunyai tujuan akhir sedang tujuan akhir dari hamba-hamba ini adalah akal.”

Dari A’isyah, dia berkata bahwa akal itu ada 10 bagian. Lima bagian lahir dan lima bagian yang lain adalah batin. Adapun lima yang lahir adalah:

  1. Diam, sebagaimana Nabi Muhammad bersabda, “Barang siapa yang diam tentu selamat.” Nabi juga bersabda, “Barang siapa yang banyak bicaranya tentu banyak pula salahnya.”
  2. Merendahkan diri, sebagaimana Nabi Muhammad bersabda, “Barang siapa yang merendahkan diri maka Allah aka mengangkatnya, dan barang siapa yang sombong maka Allah akan merendahkannya.”
  3. Perintah yang beik da mencegah mungkar.
  4. Amal shalih.

Sedangkan lima bagian yang batin adalah:

  1. Tafakur (berfikir dan merenungkan tentang makhluk sebagai tanda kebesaran Allah).
  2. Mengambil pelajaran dengan kejadian di alam ini.
  3. Menganggap besar terhadap dosa.
  4. Takut kepada Allah.
  5. Menundukkan nafsu dan mengalahkannya.

Disebutkan dalam hadis, “Keindahan diciptakan atas 7 macam bagian: kelembutan, kecantikan, terang, cahaya, kegelapan, halus, tipis. Setelah Allah menciptaka makhluk dan semua hal tersebut itu, maka Allah menjadikan masing-masing pada satu bagian. Allah mejadikan kelembutan untuk surga, kecantikan untuk bidadari-bidadari yang bermata jeli, siar terang utuk matahari, cahaya untuk bulan, kegelapan untuk malam dan halus serta tipis untuk angin. Allah menghiasi alam raya ini yakni langit dan bumi dengan bagia-bagian itu. Dan menciptaka Adam dan Hawwa yaitu alam kecil dan menghiasinya dengan seluruh hal tersebut. dijadikan-Nya kelembutan untuk ruhnya, kecantikan (kemanisan) untuk lidahnya, sinar terang untuk wajahnya, cahaya untuk matanya, kegelapan untuk rambutnya, kehalusan untuk hatinya dan tipis untuk rahasianya. Maka jadilah manusia ini adalah yang terindah di antara segala sesuatu, sebagaimana firman Allah:

“Dalam bentuk apa saja yang dikehendaki-Nya. Dia akan menyusunmu.”

 

Sumber: Durrotu Nasihin