Fadhilah dan Pahala Membaca Shalawat

Dari Al Hasan bin Ali, dari Nabi Muhammad saw, beliau bersabda, “Perbanyaklah bacaan shalawat kepadaku, karena bacaan shalawatmu adalah ampunan bagi dosa-dosamu. Dan mohonlah Al Wasilah dan Ad Darajata Rafii’ah (perantara dan derajat yang tinggi) untukku, karena wasilahku di sisi Tuhanku adalah syafa’at bagi kamu.”

Dri Jabir bin Abdillah, dari Nabi Muhammad saw, beliau bersabda, “Barang siapa yang membaca ketika mendengar adzan, doa: Allaahumma rabba haadzihid da’watit taammati, washshalaatil qaa-imati, aati Muhammadanil wasiilata wal fadhiilata wad darajatar rafii’ata, wab’atshu maqaamam mahmudanil ladzii wa’attahuu, innaka laa tukhliful mii’aada. (Ya Allah, ya Tuhanpemilik panggilan ini dan shalat yang berdiri, berikanlah kepada Nabi Muhammad saw wasilah, keutamaan dan derajat yang tinggi, serta berikanlah kepadanya kedudukan yang terpuji yang telah Engkau janjikan, sesungguhnya Engkau tidak akan menyalahi janji), maka syafa’atku akan bertempat pada dirinya di hari kiamat.”

Dari Anas bin Malik, dari Nabi Muhammad, beliau bersabda, “Tidak ada dua orng muslim yang bertemu, lalu berjabat tangan dan membaca shalawat kepadaku kecuali sesungguhnya keduanya tidak berpisah sehingga Allah mengampuni dosa-dosa keduanya yang telah lalu maupun yang kemudian karena kemurahannya.”

Diriwayatkan dari Nabi Muhammad saw, beliau sedang duduk di masjid. Datanglah seorang pemuda kepadanya, lalu beliua memuliakannya dan mendudukkannya di dekatnya di atas Abu Bakar. Kemudian beliau mengajukan alasan kepada Abu Bakar dan bersabda, “Sesungguhnya aku mendudukkannya lebih tinggi daripada engkau, karena tidak ada di dunia ini orang yang membaca shalawat kepadaku lebih banyak daripada dia.  Dia selalu membaca pada waktu pagi dan sore:

Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin bi’adadi man shalla ‘alaihi wa shalli ‘alaa Muhammadin bi’adadi man lam yushalli ‘alaihi wa shalli ‘alaa Muhammadin kamaa tuhibbu an yushalla ‘alaihi wa shalli ‘alaa Muhammadin kamaa umirtu an yushallaa ‘alaihi.

Ya Allah, limpahkan rahmat kepada Nabi Muhammad menurut bilangan orang membaca shalawat kepadanya, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad menurut bilangan orang yang tidak mau membaca shalawat kepadanya, limpahkan rahmat kepada Nabi kita Muhammad sebagaimana Engkau suka kalau dibacakan shalawat kepadanya, dan limpahkan rhmat kepada Nabi kita Muhammad sebagaimana telah Engkau perintahkan untuk dibacakan shalawat kepadanya.

Karena itulah maka aku mendudukkannya lebih tinggi daripada engkau.

 

Sumber: Durrotun Nasihin