Taubat Nabi Muhammad

Rasulullah bersabda, “Wahai sekalian manusia, bertaubatlah kamu kepada Allah, karena sesungguhnya aku bertaubat kepada Allah dalam sehari seratus kali.”

Hadis ini menganjurkan kepada umat agar bertaubat. Karena jika Nabi Muhammad sendiri bertaubat sehari seratus kali, padahal betapa tingginya kedudukan beliau dan beliaupun orang yang maksum, lalu bagaimana orang yang telah mengotori buku catatan amalnya dengan dosa tidak harus tenggelam dalam bertaubat siang dan malam.

Orang yang berbuat durhaka bukanlah orang yang sempurna imannya tetapi kurang imannya. Karena meninggalkan perbuatan dosa tidak dapat ditemukan kecuali dengan bersabar, sedang bersabar tidak mudah ditemukan kecuali dengan takut, takut tidak mungkin terwujud kecuali dengan mengetahui betapa besarnya bahaya dosa itu, dan mengetahui bahaya dosa tidak berhasil kecuali membenarkan Allah swt dan Rasul-Nya.

Akhirnya dikhawatirkan suatu hal yang berat menimpa dirinya setelah mati. sebab kadang-kadang dia mati dalam keadaan melangsungkan dosa menjadi sebab hilangnya iman dan dikhawatirkan mengalami suu’ul khatimah (akhir yang buruk). Dan tetaplah dia di neraka jahanam elama-lamanya.

Jika dia tidak mati dalam suu’ul khatimah, tetapi mati tetap dalam keadaan iman maka diapun dalam kehendak Allah swt. jika Dia menghendaki akan dimasukkannya orang itu ke neraka jahanam, menyiksanya di dalam neraka itu menurut kadar dosanya kemudian mengeluarkannya dari sana dan memasukkannya dalam surga walau setelah sekian lama. Tetapi jika Allah menghendaki maka Allah mengampuninya dan memasukkannya ke dalam surga tanpa melalui disiksa. Karena bukan mustahil ampunan yang umum dapat menyentuh orang itu karena ada sebab yang samar yang tidak diketahui seorangpun kecuali Allah swt.

Barang siapa yang lebih dekat kepada Allah, maka musibah baginya akan lebih banyak di dunia dan bala pun akan lebih besar. Bukankah engkau mendengar sabda Nabi Muhammad saw:

“Yang paling berat di antara manusia ini bala’nya adalah para Nabi, kemudian para ulama, kemudian tingkat demi tingkat.”

Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 155-157:

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun. mereka Itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka Itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.