Peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad

Peristiwa Isra’ Mi’raj merupakan salah satu mukjizat Nabi Muhammad saw. Banyak sekali kisah mengenai peristiwa ini.

Dari Abu Sa’id al Khudri, dia bertanya kepada Nabi Muhammad tentang malam beliau diisra’kan. Nabi Muhammad bersabda, “Aku disediakan seekor binatang yang paling mirip dengan keledai. Ia adalah Buraq yang sebelumnya telah dinaiki oleh para Nabi.”

Nabi Muhammad bersabda lagi, “Berangkatlah Buraq itu membawaku, Buraq itu meletakkan kaki depannya ketika berjalan sampai sejauh pandangan matanya. Lalu aku mendengar sebuah panggilan dari sebelah kananku, ‘Hai Muhammad tunggulah.’ Tetapi akupun tetap berlalu dan tidak menunggunya di atas Buraq itu. Kemudian aku mendengar lagi sebuah panggilan di sebelah kiriku, tetapi akupun tetap berlalu dan tidak menolehnya. Menghadanglah seorang perempuan yang memakai segala macam perhiasan. Dia melambaikan tangan dan berkata, ‘Hai Muhammad, tunggulah.’ Tetapi aku tetap berlalu dan aku tidak menolehnya. Kemudian sampailah  aku di Baitul Maqdis (Masjidil Aqsha). Turunlah aku dan mengikat Buraq itu pada lingkaran yang telah digunakan para Nabi menambatkan Buraq itu. Kemudian aku masuk masjid dan mengerjakan shalat.

Aku berkata kepada Jibril, “Aku mendengar panggilan di sebelah kananku.” Jibril berkata, “Itu adalah panggilan dari juru dakwah Yahudi. Ingat, seandainya engkau berhenti padanya tentu ummatmu akan menjadi Yahudi.”

Aku berkata lagi, “Aku mendengar panggilan dari sebelah kiriku.” Jibril berkata, “Itu adalah juru dakwah dari agama Nashrani. Ingat, seandainya engkau berhenti padanya tentu ummatmu akan menjadi Nahrani. Sedang perempuan itu adalah dunia yang berhias untukmu. Ingat, seandainya engkau berhenti padanya tentu ummatmu akan memilih dunia daripada akhirat.”

Kemudian aku disodori dua gelas air minum, segelas berisi madu sedangkan yang lain berisi khamer. Berkatalah Jibril kepadaku, “Minumlah satu dari kedua yang engkau suka.” Lalu aku mengambil susu dan meminumnya, serta membiarkan yang berisi khamer. Berkatalah Jibril, “Engkau telah memperoleh fitrah, yakni engkau telah memberikan Islam pada ummatmu. Ingat, seandainya engkau mengambil khamer tentu sesatlah ummatmu.”

Sumber: Durrotun Nasihin