Para penghuni surga dan neraka

Para penghuni surga

Nabi Muhammad bersabda, “Penghuni surga itu ada tiga golongan:

  1. Orang yang memiliki kekuasaan, yaitu orang yang mempunyai keputusan hukum dan kekuasaan yang adil, bersedekah, suka berbuat baik kepada orang-orang fakir, yang mendapat taufiq, yaitu mendapat pertolongan dapat taat kepada Allah dan dapat berbuat adil dalam memutuskan hukum.
  2. Seorang laki-laki penyayang yang lembut hatinya, yaitu dalam hatinya terdapat kelembutan, belas kasih dan rasa sayang. kepada sanak familinya dan orang islam, yakni baik kepada kaum kerabat atau orang lain.
  3. Seorang yang afif, yaitu lak-laki shalih yang memelihara diri, yakni mencegah dirinya dari hal-hal yang tidak halal dan tidak patut, dan yang memiliki keluarga, dan cinta keluarga tidak mendorongnya untuk menghasilkan harta haram, tetapi mengutamakan cinta Allah daripada cinta keluarganya.

Para penghuni neraka

Sedangkan penghuni neraka ada lima golongan:

  1. Orang yang lemah tidak memiliki ketangguhan” yakni tidak mempunyai pegangan “ketika” datang “kesenangan nafsu” lalu tidak mau menghindari perbuatan haram “yaitu mereka yang mempunyai pengikut di kalangan kamu” dikatakan bahwa mereka adalah orang-orang ahli pengangguran, tidak memiliki keinginan dalam amalan akhirat. “Tidak menginginkan” yakni mencari “istri” lalu mereka mengabaikan kawin dan mengerjakan perbuatan keji (fahisyah) “tidak pula harta” yakni mereka tidak menginginkan harta dengan usaha halal karena memang tidak ada keinginan dari kerja tangannya. Ada yang mengatakan bahwa mereka itu adalah orang-orang yang mengelilingi para penguasa, mereka mengabdi pada penguasa-penguasa itu dengan tidak mempedulikan dari mana dia makan dan memakai pakaian. Apakah dari halal atau haram. Mereka tidak memiliki keinginan kepada istri dan tidak pula kepada harta. Tetapi mereka hanya membatasi diri pada urusan makan dan minum.
  2. Orang yang berkhianat yang tidak samar lagi ketamakan pada dirinya” yakni tidak samar ketamakannya dalam hal apa saja” walaupun kecil” yakni sedikit kecuali dia akan mengkhianatinya” yakni kecuali dia akan berusaha ke sana sehingga dapat menemukannya lalu mengkhianatinya. Atau artinya dia tidak mengharapkan kesempatan berkhianat kecuali dia akan berkhianat pada apa yang diharapkannya itu, walaupun yang diharapkannya itu hanya sesuatu yang sedikit.
  3. Seorang laki-laki yang tidak berpagi-pagi atau bersore-sore kecuali selalu menipumu” yakni dia tidak berpisah dengan penipuannya kepadamu baik mengenai keluarga dan hartamu “paginya dan sore harinya” yakni menipumu dalam segala tingkah lakunya.
  4. Bakhil lagi bohong” yakni orang yang kikir dan pembohong.
  5. Orang jahat budi pekertinya lagi kotor bicaranya.

Sumber: Durrotun Nasihin