Kisah Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad

Nabi Muhammad melakukan Isra Mi’raj berkat kekuasaan Allah. Nabi Muhammad di isra’ kan dari Mekah ke Masjidil Aqsha di Palestina, dan Mi’raj dari Masjidil Aqsha ke Sidratul Muntaha.

Nabi Muhammad bersabda, “Aku telah melihat pada malam Mi’raj di belakang gunung Qaaf sebuh kota yang penuh manusia. Ketika mereka melihatku mereka berkata, ‘Segala puji bagi Allah yang telah memperlihatkan kami pada wajahmu wahai Nabi Muhammad.’ Mereka lalu beriman kepadaku dan aku mengajarkan syari’at kepada mereka. Setelah itu aku bertanya pada mereka, ‘Siapakah kamu ini?’ mereka menjawab, ‘Wahai Nabi Muhammad, kami adalah sekelompoj manusia dari Bani Israil. Ketika Nabi Musa wafat terjadilah pertentangan di antara kaum Bani Israil dan muncullah kerusakan. Mereka membunuh 43 orang Nabi dalam sesaat saja. Setelah terbunuhnya para Nabi itu muncul dua ratus orang ahli ibadah yang zuhud. Mereka memerintahkan manusia untuk berbuat ma’ruf dan melarang dari yang munkar. Tetapi pada hari itu juga kaum Bani Israil membubuh mereka semua. Maka terjadilah kerusakan hebat diantara mereka, sedang kami keluar dari mereka dan pergi ke suatu pantai. Kami berdoa kepada Allah dan merendahkan diri kepada-Nya, tiba-tiba bumi tempat kami berpijak pecah dan kami terperosok ke dalamnya. Kami berada di bawah tanah selama 18 bulan, setelah itu barulah kami dapat keluar ke tempat ini. Nabi Musa berpesan kepada kami, ‘Apabila seorang dari kamu melihat wajah Nabi Muhammad, Nabi akhir masa, bacakan salamku padanya.’

Mereka berkata, ‘Segala puji bagi Allah yang telah memperlihatkan kami pada wajahmu, maka ajarkanlah kepada kami.” Lalu Nabi mengajarkan pada mereka Al Qur’an, shalat, puasa, menghadiri shalat jumat dan semua hukum.”

 

Sumber: Durrotun Nasihin