Kisah Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad

Allah berfirman dalam surat Al Israa ayat 1, “Maha Suci Tuhan yang telah membuat hambanya berjalan pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berikan berkah di sekitarnya (sekitar Masjidil Aqsha), untuk Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan) Kami. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Sebab-sebab turunnya ayat ini adalah bahwa Nabi Muhammad saw setelah menyebutkan tentang isra’, orang-orang Quraisy mendustakannya. Allah menurunkan ayat ini untuk membenarkan Nabi-Nya.

Menurut Al Burhan An Nasafi, bahwa setelah Nabi Muhammad mencapai derajat yang tinggi serta kedudukan yang luhur, Allah menurunkan wahyu kepadanya, “Hai Muhammad, dengan apa Aku memuliakanmu?” Nabi Muhammad berkata, “Engkau memuliakan aku dengan Engkau hubungkan aku dengan Dzat-Mu sebagai hamba.” Maka Allah menurunkan ayat:

“Maha Suci Tuhan yang membuat hamba-Nya berjalan pada suatu malam.”

Hikmah dimulainya surat Al Israa dengan bacaan tasbih:

  1. Bahwa kebiasaan bangsa Arab ketika menemukan sesuatu yang menakjubkan mereka selalu membaca tasbih. Jadi seakan-akan Allah takjub kepada makhluknya karena mereka menyandarkan penghinaan dan ejekan kepada Rasul-Nya Nabi Muhammad saw.
  2. Tasbih itu berfungsi sebagai bantahan yang menolak kepada mereka. Karena setelah Nabi Muhammad saw menceritakan kepada mereka tentang Isra’ mereka mendustakannya. Jadi artinya adalah bahwa Maha Suci Allah dari menjadikannya seorang Rasul yang bohong.

Bila ada yang bertanya, “Apakah hikmahnya surat Al Israa dimulai dengan tasbih, sedangkan surat Al Kahfi dengan tahmid?”

Maka jawabannya, “Tasbih itu selalu datang dengan didahulukan daripada tahmid, contohnya, ‘Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu.’ (Al Hijr:98)

Demikian pula dalam Subhaanallahi wal hamdu lillaahi…., karena tasbih itu menyucikan sedangkan tahmid adalah memuji, dan menyucikan itu adalah membersihkan sedang memuji adalah menghiasi. Membersihkan lebih didahulukan daripada menghiasi.

Yang dimaksud dengan Masjidil Haram adalah masjid Mekah. Nabi Muhammad bersabda, “Pertama-tama masjid yang dibangun di muka bumi adalah Masjidil Haram.”

Allah telah berfirman, “Sesungguhnya pertama-tama rumah yang didirikan untuk kepentingan ibadah manusia adalah Baitullah yang ada di Mekah yang diberkahi dan sebagai petunjuk bagi orang-orang alim.” (Ali Imran:96)

Nabi Muhammad bersabda, “Pertama-tama masjid yang didirikan di bumi adalah Masjidil Haram, setelah itu Masjidil Aqsha yang dibangun Nabi Ya’qub bin Ishaq setelah Nabi Ibrahim membangun Ka’bah.”

Sumber: Durrotun Nasihin