Keutamaan Memelihara Harta

Harta merupakan sebuah perkara yang dicari oleh banyak orang di muka bumi, bahkan ada orang-orang yang tidak peduli bagaimana caranya mendapatkan harta tersebut, mereka memiliki prinsip yang penting banyak harta, tidak peduli caranya haram dan mendzalili orang lain.

Padahal banyak harta itu apabila tidak bisa membawanya akan membuat dirinya celaka, baik di dunia maupun di akhirat.

Allah berfirman dalam surat At Taubah ayat 34-35:

“Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, Maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, Maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.”

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad bersabda, “Barang siapa yang dianugerahi Allah sebuah harta tetapi tidak mau menunaikan zakatnya, maka harta itu dijelmakan seekor ular botak di hari kiamat. yaitu ular yang tidak tumbuh rambut di kepalanya, yakni tidak ada kulit kepalanya karena banyaknya bisa. Ular itu mempunyai dua titik hitam di atas kedua matanya. Ular itu membelit lehernya dan membuatnya tersiksa berat. Ia berkata, ‘Aku adalah harta yang engkau simpan di dunia dan tidak engkau penuhi zakatnya.”

Allah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 180:

“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad bersabda, “Barang siapa yang diberikan sebuah harta oleh Allah tetapi tidak mau memenuhi zakatnya, maka dibuatlah lempengan-lempengan dari api di hari kiamat. dibakarlah lempengan-lempengan itu di neraka jahanam. Lalu dibakarlah disebabkannya artinya disebabkan harta itu, dahi, kedua lambung dan punggungnya. Setiap lempengan-lempengan itu dingin dikembalikanlah menjadi panas untuk membakarnya dalam sehari yang ukurnnya adalah seribu tahun dunia. Seperti firman Allah dalam surat Al Hajj ayat 47, “Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu.”

Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 43, “Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat.”

Shalat adalah haq Allah swt, sedangkan zakat adalah hak manusia. Jadi kewajibannya adalah memelihara kedua-duanya karena perintah Allah. semua ibadah kembali kepada kedua hal ini, karena shalat adalah ibadah badan sedangkan zakat adalah ibadah harta, dan semua ibadah akan terbagi menjadi kedua itu.

Karena itulah disebutkan bahwa ada tiga ayat yang diturunkan selalu bersamaan dengan 3 hal yang lain, tidak akan diterima salah satu di antara tiga hal itu tanpa dengan yang lain.

Firman Allah surat Al Baqarah ayat 43, “Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat.”

Firman Allah surat An Nisa ayat 59, “Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul.”

Firman Allah surat Luqman ayat 14, “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu.”

Maka barang siapa yang bersyukur kepada Allah tetapi tidak mau bersyukur kepada kedua orang tuanya tidaklah diterima syukurnya kepada Allah.

Nabi Muhammad bersabda, “Barang siapa yang menghalangi dirinya dari lima hal, maka Allah menghalangi lima hal dari orang itu:

  1. Orang yang menghalangi zakat dari hartanya maka Allah akan menghalangi pemeliharaan hartanya dari segala macam bencana.
  2. Orang yang menghalangi sepersepuluh dari hasil yang keluar dari tanahnya maka Allah menghalangi keberkatan dari segala macam usahanya.
  3. Barang siapa yang menghalangi sedekah maka Allah menghalangi keselamatan (kesehatan)nya.
  4. Orang yang menghalangi doa kepada dirinya maka Allah menghalangi terkabul darinya.
  5. Barang siapa yang menghalangi hadir dalam jamaah shalat maka Allah menghalangi kesempurnaan iman darinya, lalu imannya tidaklah sempurna.

Nabi Muhammad juga bersabda, “Jagalah hartamu dengan zakat, obatilah sakitmu dengan sedekah dan hadapilah segala macam bala dengan doa dan merendahkan diri kepada Allah.”

 

Sumber: Durrotun Nasihin