Keistimewaan Bulan Rajab

Pada bulan Rajab banyak sekali terdapat keutamaan dan fadhilahnya. Bahkan keutamaan ini dikatakan sendiri oleh Nabi Muhammad seperti dalam hadis berikut ini.

Nabi Muhammad bersabda, “Jika kamu mengharapkan kenyamanan ketika mati tidak merasakan haus, mengharap keluar dari dunia dengan membawa iman dan selamat dari syaithan, maka muliakanlah bulan-bulan ini seluruhnya, yaitu Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharram, dan Rajab. Dengan cara banyak berpuasa, menyesali dosa-dosa yang telah berlalu, dan ingatlah kepada Tuhan Pencipta manusia tentu kamu masuk surga Tuhanmu dengan selamat.”

Dari Anas bin Malik, dia berkata bahwa dirinya pernah bertemu dengan Mu’adz bin Jabal, lalu bertanya, “Dari mana engkau datang? Hai Mu’adz” dia menjawab, “Aku datang dari Rasulullah.” Anas bertanya lagi, “Apa yang engkau dengar dari beliau?” dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah bersabda, ‘Barang siapa yang membaca Laa ilaaha illallaah dengan bersih dan ikhlas niscaya dia masuk surga. Barang siapa yang berpuasa sehari dari bulan Rajab dengan mengharap ridha Allah niscaya dia masuk surga.”

Kemudian Anas masuk kepada Rasulullah dan berkata, ‘Ya Rasulullah, sesungguhnya Mu’adz telah telah bercerita kepadaku begini dan begini.” Nabi menjawab, “Mu’adz benar.”

Rasulullah telah bersabda dalam khutbah hari raya Qurban pada hji wada’: “Ingat, bahwa sesungguhnya masa telah berputar seperti keadaannya pada hari Allah menciptakan bumi dan langit. Setahun adalah tetap 12 bulan dan diantaranya ada 4 bulan haram. Yang 3 beruntun, yaitu Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, dan Muharram, dan Rajab Mudhar  (bulan suku Mudhar) adalah berada di antara Jumaadi dan Sya’ban.”

Maksudnya adalah masa yang terbagi menjadi bulan dan tahun akan kembali kepada asal mulanya, dan tahunpun kembali kepada asal hitungan yang dipilihkan oleh Allah pada hari diciptakan-Nya langit dan bumi, serta haji akan kembali pada bulan Dzul Hijjah juga, setelah sebelumnya pernah orang-orang jahiliyah menggesernya dari waktu yang sebenarnya dengan “nasi” (pengunduran) yang dibuat baru oleh mereka dan disebutkan Allah dalam kitab-Nya.

Allah berfirman dalam surat At Taubah ayat 37, “Sesungguhnya pengunduran waktu bulan-bulan haram hanyalah menambah kekafiran saja.”

 

Sumber: Durrotun Nasihin