Celaan Menolong Orang Yang Berbuat Dzalim

Orang yang dzalim atau selalu melakukan penganiayaan kepada orang lain adalah orang yang durhaka kepada Allah. dan menolong orang yang selalu berbuat dzalim kepada orang lain adalah dilarang.

Allah berfirman dalam surat Huud ayat 113, “Dan janganlah kamu condong kepada orang-orang yang berbuat dhalim yang menyebabkan api neraka menyentuhmu, dan kamu tidak memiliki penolong selain Allah, kemudian kamu tidak akan ditolong.”

Diriwayatkan bahwa ada seorang dhalim yang bermaksud untuk mengunjungi seorang alim lagi zuhud. Setelah si dhalim itu dekat dengan orang yang zuhud itu menutupi wajahnya. Seorang puteranya mengajukan alasan dan berkata, “Sesungguhnya ayahku sedang sakit parah, maka dia menutupi wajahnya karena sakitnya itu.”

Syaikh yang zuhud itu menyahut, “Tidak, aku tidak sakit dan juga tidak sedang tak enak badan. Tetapi aku ingin supaya tidak melihat wajahmu.”

Maka kembalilah orang yang dzalim itu dengan bertaubat dan memohon ampunan Allah. akhirnya Allah mengampuni kedua-duanya. Adapun Syaikh yang zuhud itu diampuni karena tidak mau melihat wajah orang dzalim, sedang orang dzalim itu diampuni karena telah bertaubat dari perbuatan dzalimnya.

Nabi Muhammad bersabda, “Barang siapa yang mendoakan untuk orang dzalim agar abadi, maka dia suka kalau Allah didurhakai di bumi-Nya ini.”

Sufyan pernah ditanya mengenai orng dzalim yang hampir mati di padang belantara, apakah boleh dberi seteguk air minum? Dia menjawab, “Tidak.” ditanyakan kepadanya, “Kalau mati?” dia menjawab, “Biarkanlah dia mati.”

Dari Maimun bin Mihran, dia berkata, “DI dalam bergaul dengan sulthan terdapat dua buah bahaya. Jika engkau mengikutinya engkau membahayakan agamamu, dan jika engkau menentangnya engkau membahayakan dirimu. Yang selamat adalah engkau tidak mengenalnya dan diapun tidak mengenalmu.”

Diceritakan bahwa ada seseorang yang telah berbuat aniaya/dzalim kepada orang yang lemah selama bertahun-tahun. Setelah penganiayaannya telah begitu lamanya berkatalah orang yang dianiaya kepada orang yang menganiayanya suatu hari, “Sesungguhnya penganiayaanmu kepadaku telah cukup baik karena 4 hal, pertama bahwa kematian akan berlaku pada kita berdua, kedua bahwa kubur akan mengumpulkan kita berdua, ketiga bahwa kiamat akan menghimpun kita berdua, dan keempat bahwa Tuhan yang Maha Mengatur balasan akan memutuskan di antara kita berdua.”

 

Sumber: Durrotun Nasihin