Wafatnya Nabi Muhammad saw

Nabi Muhammad merupakan seorang manusia, dan setiap manusia pasti akan meninggal. Tetapi berbeda dengan kita, Nabi Muhammad merupakan seorang Nabi dan Rasul Allah, pembawa dan penyebar syariat Islam.

Walaupun Nabi Muhammad telah tiada, tetapi ajarannya sampai sekarang masih berdiri kokoh.

Allah berfirman dalam surat Al Maa’idah ayat 3, “Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu dan telah Kusempurnakan nikmat-Ku kepadamu serta telah Kuridhai Islam sebagai agamamu.”

Diriwayatkan dari Nabi Muhammad saw, beliau bersabda, “Jibril telah datang kepadaku dan berkata, ‘Ya Muhammad, sesungguhnya Allah swt telah menciptakan sebuah lautan di balik gunung Qaaf. Dalam lautan itu terdapat ikan yang membaca shalawat kepadamu. Barang siapa yang mengambil seekor ikan daripadanya tentu akan lumpuh kedua tangannya atau ikan yang diambilnya berubah batu.”

Ini adalah suatu isyarat bahwa hamba itu apabila membaca shalawat kepada Nabi Muhammad, dan mengerjakan shalat lima waktu dengan berjamaah maka selamatlah dia dari tangan-tangan malaikat Zabaniyah dan siksa neraka.

Diriwayatkan bahwa saat ayat di atas turun, maka menangislah Umar. Lalu Nabi Muhammad bersabda, “Apakah yang membuatmu menangis?” Dia menjawab, “Yang membuatku menangis adalah kalau kita selama ini selalu bertambah-tambah dalam agama kita. Tetapi kalau sekarang agama itu telah sempurna, maka sesuatu yang sudah sempurna tidak bisa lain kecuali dia akan berkurang.” Nabi Muhammad berkata, “Benar engkau.”

Diriwayatkanbahwa ayat di atas turun setelah Ashar hari Jum’at di Arafah pada haji wada’. Waktu itu Nabi Muhammad sedang mengerjakan wukuf di Arafah di atas unta, dan setelah ayat ini tidak lagi turun ayat tentang kewajiban.

Ketika turun ayat ini Nabi Muhammad merasa tidak kuat menanggung arti dari ayat tersebut. beliau bersandar pada untanya dan untapun lalu terduduk. Kemudian malaikat Jibril turun dan berkata, “Ya Muhammad, benar-benar telah sempurna hari ini perihal agamamu dan telah selesai apa yang diperintahkan Tuhanmu kepadamu, dan apa yang dilarangnya padamu. Kumpulkan sahabat-sahabatmu dan kabarkan pada mereka bahwa aku tidak akan lagi turun kepadamu setelah hari ini.”

Lalu kembalilah Nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah. Dikumpulkannya para sahabat dan dibacakannya ayat tersebut pada mereka serta menceritakan kepada mereka tentang apa yang dikatakan oleh Jibril. Bergembiralah para sahabatnya dan mereka berkata, “Telah sempurna agama kita.” kecuali Abu Bakar, dia sangat bersedih dan kembali ke rumahnya. Dia mengunci pintu dan tenggelam dalam tangisnya siang malam.

Para sahabat mendengar keadaan Abu Bakar tersebut, kemudian berkumpul dan mendatangi rumah Abu Bakar. Mereka bertanya, “Hai Abu Bakar, mengapa engkau menangis pada saat kita harus bergembira dan senang. Karena Allah telah menyempurnakan agama kita.”

Abu Bakar berkata, “Hai para sahabat, kamu semua tidak mengetahui bencana yang akan menimpamu. Bukankah kamu mendengar bahwa suatu perkara apabila telah sempurna maka akan muncul kekurangannya? Ayat ini mengabarkan tentang perpisahan kita, tentang keyatiman Hasan dan Husain dan tentang istri-istri Nabi Muhammad yang akan menjadi janda.”

Maka terjadilah teriakan di antara para sahabat. Mereka menangis semuanya dan sahabat-sahabat yang lain dan tidak ikut hadir di rumah Abu Bakar mendegar tangisan dari kamar Abu Bakar.

Mereka datang kepada Nabi Muhammad dan berkata, “Ya Rasulullah, kami tidak tahu bagaimana keadaan para sahabat itu. Hanya saja kami mendengar tangisan dan teriakan mereka.”

Maka berubahlah wajah Nabi Muhammad dan berdiri segera dan menuju rumah Abu Bakar dan bertemu para sahabat. Beliau melihat mereka dalam keadaan tersebut di atas. Bersabdalah beliau, “Apakah yang membuat kamu menangis?” berkatalah Ali, “Abu Bakar berkata, ‘Aku telah mencium bau wafat Rasulullah saw dari ayat ini. Apakah benar ayat ini dapat diambil sebagai petunjuk atas wafatmu?’

Nabi Muhammad bersabda, “Benar Abu Bakar dalam ucapannya itu, memang benar telah dekat keberangkatanku dari hadapanmu dan telah tiba saat perpisahanku dengan kamu semua.”

Ini menunjukkan suatu isyarat bahwa Abu Bakar adalah yang lebih alim daripada sahabat-sahabat yang lain. setelah Abu Bakar mendengar sabda Rasulullah itu berteriaklah da sekeras-kerasnya dan jatuh tak sadarkan diri.

Ali bergetar tubuhnya dan para sahabat yang lain menjadi ribut, mereka ketakutan semuanya dan menangis sejadi-jadinya, hingga gunung-gunung dan batu-batu ikut menangis bersama mereka, demikian pula para malaikat. Ulat-ulat dan binatang di darat maupun di laut, semuanya ikut menangis.

Kemudian Nabi Muhammad berjabatan dengan setiap orang dari pada sahabat, berpamitan dan menangis serta memberi wasiat kepada mereka. Kemudian beliau hidup setelah turunnya ayat ini dalam 81 hari.

Ada pula yang menyebutkan bahwa setelah turun firman Allah dalam surat An Nisaa’ ayat 176, “Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah ‘Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah……”

Nabi Muhammad masih hidup sesudahnya selama 50 hari lagi. Dan setelah turun firman Allah dalam surat At Taubah ayat 128, “Sungguh telah datang kepada kmu seorang Rasul dari golongan kamu sendiri.” Nabi Muhammad masih hidup sesudahnya selama 35 hari lagi.

Dan setelah turun surat Al Baqarah ayat 281, “Hati-hatilah kamu terhadap hari di mana kamu dikembalikan kepada Allah pada hari itu.” Nabi Muhammad masih hidup sesudahnya selama 21 hari lagi. Inilah ayat terakhir yang diturunkan dari Al Qur’an.

 

Sumber: Durrotun Nasihin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *