Peristiwan Pembunuhan Habil oleh Qabil

Isi

Disebutkan dalam beberapa hadis, bahwa Hawwa’ dengan Nabi Adam telah melahirkan dari setiap kandungan seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Semua anak yang dilahirkannya ada 40 orang dalam dua puluh kali kandungan.

Yang pertama adalah Qabil dan saudara perempuannya yaitu Iqlima, dan yang terakhir adalah Abdul Mughits dan saudara perempuan kembarnya yaitu Amatul Mughits. Kemudian Allah memberkati semua keturunan Nabi Adam itu.

Ibnu Abbs berkata, “Nabi Adam belum wafat sehingga sudah mempunyai anak dan cucu sebanyak empat puluh ribu.” Para ulama berbeda pendapat mengenai kelahiran Qabil dan Habil. Sebagian ulama berkata, “Nabi Adam menggauli Hawwa’ setelah mereka diturunkan ke bumi setelah seratus tahun berselang. Lalu dia melahirkan Qabil dan saudara perempuan kembarnya uaitu Iqlima dalam satu kandungan. Kemudian Habil dan saudara kembarnya Layudza dalam satu kandungan berikutnya.”

Ibnu Jurai berkata, “Ketika Qabil ingin membunuh Habil dia tidak mengetahui bagaimana caranya dia harus membunuhnya? Maka Iblis menjelma kepadanya, Iblis telah menangkap seekor burung lalu meletakkan kepalanya di atas sebuah batu dan menjatuhkan batu yang lain pada kepala burung itu. Semua itu disaksikan oleh Qabil, maka dengan begitu Iblis mengajarkan kepadanya bagaimana cara membunuh. Lalu Qabil mengerjakan seperti itu.”

Ada yang mengatakan bahwa saat itu Habil sedang tidur.

Tempat pembunuhan Habil

Para ulama berbeda pendapat mengenai tempat dimana terjadi pembunuhan itu. Ibnu Abbas berkata, “Di atas gunung Tsur.” Ada yang mengatakan “Di jalan mendaki gunung Hira.” Ada yang mengatakan di Bashrah, di tempat masjid agung.

Setelah Qabil membunuh Habil, dia menjadi menyesal dan meras kebingungan dengan mayat Habil. Digendongnya Habil di atas pundaknya selama setahun atau bahkan lebih. Dan karena dia belajar dari burung gagak maka warnanya menjadi hitam dan ayahnya berlepas diri darinya. Karena telah diriwayatkan bahwa ketika dia selesai membunuhnya, berubahlah tubuhnya menjadi hitam.

Bertanyalah Nabi Adam kepadanya tentang saudaranya, dia menjawab, “Aku tidak diserahi dia.” Nabi Adam berkata, “Pasti engkau telah membunuhnya. Karena itu menjadi hitam tubuhmu.” Lalu Nabi Adam berlepas diri darinya. Setelah itu Nabi Adam hidup selama seratus tahun dengan tidak pernah tertawa dan tidak berhasil apu yang dikerjakannya karena pembunuhan terhadap Habil itu.

Melarikan diri ke Aden

Disebutkan bahwa setelah pembunuhan itu Qabil melarikan diri ke Aden, suatu daerah di Yaman. Lalu Iblis berkata kepadanya, “Qurban persembahan Habil dimakan api karena dia menyembah api. Maka kerjakanlah seperti apa yang dikerjakan Habil.”

Lalu Qabil mulai menyembah api. Dialah orang yang pertama yang membuat alat musik dan tenggelam dalam maksiat, minum khamer, menyembah berhala, zina dan perbuatan keji yang lain. sehingga Allah menenggelamkan mereka dengan air bah di masa Nabi Nuh. Dan barang siapa yang mengerjakan perbuatan-perbuatan keji seperti itu akan dihimpun bersama Qabil dan keturunannya kelak di hari kiamat.

Disebutkan di dalam hadis bahwa tidak akan dibunuh seseorang dengan dzalim kecuali Qabil ikut memikul dosanya, yakni tuntutan darahnya, karena dialah orang pertama yang memberi contoh pembunuhan.

 

Sumber: Durrotun Nasihin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *