Pengertian Sunnah Nabi Muhammad

Nabi Muhammad merupakan contoh dan teladan bagi seluruh umat manusia. Beliau adalah Nabi dan Rasul Allah, sehingga setiap orang harus mengimani agama yang dibawa beliau dan terus istiqamah di dalam agama islam.

Setiap umat islam haruslah mencontoh dan meniru sikap dan perilaku hidup Rasulullah, atau dengan kata lain harus menjadikan hadis yang berasal dari beliau sebagai tuntunan hidup, selain tentu saja berpedoman juga kepada Al Qur’an.

Sunnah Nabi Muhammad meliputi sikap hidup sehari-hari, perkataannya yang patut dijadikan contoh, ibadahnya, dan lain-lain

Nabi Muhammad bersabda, “Tetaplah pada sunnahku dan sunnah para Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk sepeninggalku. Gigitlah sunnah-sunnah itu dengan gigi geraham.”

Nabi Muhammad bersabda, “Sungguh akan datang pada manusia sebuah masa yang di dalamnya sunnahku akan usang seperti pakaian usang di badan, dan bermunculanlah bid’ah. Maka barang siapa yang mengikuti sunnahku pada hari itu jadilah dia terasing dan hidup menyendiri. Dan barang siapa yang mengikuti bid’ah para manusia maka dia akan menemukan lima puluh orang teman atau bahkan lebih.

Mereka bertanya, ‘Apakah ada seseorang yang lebih utama daripada kami?’ Beliau bersabda, ‘Ya, ada.’ Mereka bertanya, ‘Mereka melihatmu juga ya Rasulullah?’ Beliau bersabda, ‘Tidak.’ mereka bertanya lagi, ‘Apakah wahyu juga turun pada mereka?’ beliau bersabda, ‘Tidak.’ mereka bertanya, ‘Bagaimana keadaan mereka pada waktu itu?’ beliau bersabda, ‘Seperti garam dalam air, hati mereka hancur seperti hancurnya garam dalam air.’ Mereka bertanya, ‘Bagaimana mereka hidup di masa itu?’ beliau bersabda, ‘Seperti ulat dalam asam cuka.’ Mereka bertanya, ‘Bagaimana mereka memelihar agama mereka?’ beliau bersabda, ‘Seperti bara pada telapak tangan. Jika diletakkannya matilah bara itu dan jika ditahan dan digenggamnya bara itu membakar tangannya.”

Nabi Muhammad bersabda, “Barang siapa yang memegang teguh sunnahku pada saat rusaknya ummatku, maka dia mendapatkan pahala seratus orang yang mati syahid.”

Nabi Muhammad bersabda, “Sepuluh hal adalah termasuk ajaran yang diajarkan Bapakmu Nabi Ibrahim dan diamalkannya. Lima ada pada kepala dan lima lagi ada pada tubuh. Adapun yang ada pada kepala yaitu bersiwak, berkumur, menghirup air ke hidung, menggunting kumis, dan memelihara jenggot. Sedangkan lima yang ada pada tubuh yaitu khitan, istihdad, mencabut bulu ketiak, memotong kuku, mencukur rambut kemaluan. Dan setiap anggota tubuh ada ibadahnya sehingga khitan bagi laki-laki.”

 

Sumber: Durrotun Nasihin