Memuliakan Tamu

Agama islam mengajarkan kepada umatnya agar selalu berbuat baik kepada sesama manusia. Hal ini dilakukan agar jalinan ukhuwah islamiyah semakin kuat dan persaudaraan menjadi kokoh. Termasuk dalam hal ini adalah saat kita kedatangan tamu, baik itu saudara jauh, rekan kerja atau siapapun orangnya, maka kita sebagai tuan rumah harus memuliakan mereka, menjamunya, dan menyambutnya dengan hangat.

Nabi Muhammad bersabda, “Barang siapa yang menafkahkan satu dirham untuk tamu, maka seakan-akan telah menginfakkan seribu dirham dalam jalan Allah.”

Nabi Muhammad juga bersabda, “Tiada seseorang yang datang tamu kepadanya lalu dia memuliakannya, kecuali Allah akan membukakan sebuah pintu surga untuknya.”

memuliakan tamu

Diriwayatkan bahwa ketika Umar bin Khaththab kedatangan tamu, dia berdiri sendiri melayaninya. Ditanyalah dia mengenai hal itu, maka berkatalah Umar, “Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda, ‘Para malaikat berdiri di dalam rumah yang di dalamnya sedang ada tamu.’ Maka aku merasa malu untuk duduk sedang para malaikat berdiri.”

Nabi Muhammad bersabda, “Jibril mengabarkan kepadaku dan berkata, ‘Sesungguhnya tamu itu apabila masuk ke dalam rumah saudarany muslim maka masuk pula bersamanya seribu macam berkah dan seribu macam rahmat, Allah mengampuni dosa-dosa dari penghuni rumah itu, walaupun dosa mereka lebih banyak daripada buih air laut dan daun pepohonan, Allah memberi pahala seribu orang mati syahid dan menulis baginya dengan setiap suap yang dimakan tamu pahala haji mabrur yang diterima, serta Allah membangun sebuah kota di surga untuknya. Dan barang siapa yang memuliakan tamu maka seakan-akan dia telah memulikan tujuh puluh Nabi.”

Sumber: Durrotun Nasihin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *