Membaca Shalawat Untuk Nabi Muhammad

Membaca shalawat sangat dianjurkan sekali dalam islam, karena hukumnya sunah. Bila seseorang sering membaca shalawat untuk Nabi Muhammad, maka nantinya dia akan mendapat syafa’at atau pertolongan dari Nabi Muhammad baik di dunia maupun di akhirat.

Nabi Muhammad bersabda, “Apabila seorang mukmin membaca shalawat kepadaku, maka malaikat maut menggenggam shalawat itu dengan ijin Allah dan menyampaikannya ke dalam kuburku. Berkatalah malaikat maut, ‘Ya Muhammad, sesungguhnya Fulan bin Fulan dari ummatmu membaca shalawat kepadamu.’ Akupun berkata kepada malaikat, ‘Sampaikan kepadanya sepuluh salawat dariku, dan katakanlah kepadanya syafa’atnya berada pada dirimu.’

Kemudian malaikat itu naik sehingga sampai ke Arasy. Berkatalah dia, ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya Fulan bin Fulan telah membaca shalawat kepada kekasih-Mu Muhammad sekali.’ Allah berfirman, ‘Sampaikan padanya sepuluh shalawat dari-Ku.’

Kemudian Allah menciptakan dengan tiap huruf dari shalawatnya malaikat yang memiliki tiga ratus enam puluh kepala. Pada setiap kepala terdapat tiga ratus enam puluh wajah. Pada setiap wajah terdapat tiga ratus enam puluh mulut. Pada setiap mulut terdapat tiga ratus enam puluh lidah. Malaikat itu bisa berbicara dengan setiap lidah dan dia selalu memuji kepada Allah dengan tiga ratus enam puluh macam pujian. Lalu pahala pujian itu ditulis untuk orang yang membaca shalawat kepada Nabi Muhammad sampai hari kiamat.”

Dari Abdur Rahman bin Auf bahwa Nabi Muhammad bersabda, “Aku telah bertemu dengan Jibril dan berkatalah dia, ‘Aku mengabarkan berita gembira kepadamu bahwa Allah berfirman, ‘Barang siapa yang membaca salam kepadamu maka Aku memberi salam kepadanya, dan barang siapa yang membaca shalawat kepadamu maka Aku akan memeri shalawat (rahmat) kepadanya.”

Dari Nabi Muhammad, beliau bersabda, “Barang siapa yang membaca:

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَاَنْزِلْهُ الْمَ،ْزِلَ الْمُقَرَّبَ

Allaahumma shalli ‘alaa Muhammadin wa anzilhul manzilal muqarraba. (Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan tempatkanlah beliau di tempat yang dekat di sisi-Mu di hari kiamat) maka wajiblah baginya syafaatku di hari kiamat.”

Nabi Muhammad bersabda, “Barang siapa yang membaca shalawat kepadaku pada hari jum’at seratus kali, maka dia datang di hari kiamat dengan membawa nur yang seandainya nur itu dibagi-bagikan kepada manusia seluruhnya tentu akan mencukupi mereka.”

Nabi Muhammad bersabda, “Barang siapa yang membaca shalawat kepadaku sekali maka tidak ada baginya sebuah dosapun, sebesar semut kecil maupun sebutir biji.”

Dari Abu Hurairah diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad bersabda, “Barang siapa yang membaca shalawat kepadaku dalam sebuah kitab, maka tidaklah henti-hentinya par malaikat memohon ampun untuknya selama namaku masih tetap berada dalam kitab ini.”

Hasan Al Bashri berkata, “Aku pernah melihat Aba Ismah dalam mimpi, lalu aku bertanya kepadanya, ‘Apa yang telah diperbuat Allah dengan dirimu?’ dia menjawab, ‘Tuhanku telah mengampuniku.’ Aku bertanya lagi, ‘Disebabkan apa?’ dia menjawab, ‘Tidak pernah aku menyebutkan sebuah hadis kecuali aku mesti membaca shalawat kepada Nabi Muhammad saw.”

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *