Kisah Mengenai Nabi Isa

Turunnya hidangan dari langit berkat doa Nabi Isa

Di bawah ini adalah kisah tentang Nabi Isa beserta umatnya yang meminta hidangan kepada Allah swt.

Allah berfirman dalam surat Al Maa’idah ayat 111-115:

  1. dan (ingatlah), ketika aku ilhamkan kepada pengikut Isa yang setia: “Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada rasul-Ku”. mereka menjawab: Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai Rasul) bahwa Sesungguhnya Kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu)”.
  2. (ingatlah), ketika Pengikut-pengikut Isa berkata: “Hai Isa putera Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?”. Isa menjawab: “Bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman”.
  3. mereka berkata: “Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati Kami dan supaya Kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada Kami, dan Kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu”.
  4. Isa putera Maryam berdoa: “Ya Tuhan Kami turunkanlah kiranya kepada Kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi Kami Yaitu orang-orang yang bersama Kami dan yang datang sesudah Kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rzekilah Kami, dan Engkaulah pemberi rezki yang paling Utama”.
  5. Allah berfirman: “Sesungguhnya aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, Barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan itu), Maka Sesungguhnya aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah aku timpakan kepada seorangpun di antara umat manusia”.

Diriwayatkan dalam beberapa hadis, “Tiga hal tidak mengimbangi berat sayap seekor nyamuk pun di sisi Allah, yaitu: 1) Shalat tanpa khudhu’ dan khusyu’. 2) Dzikir dengan kelengahan (hanya di bibir saja), karena Allah tidak mengabulkan doa orang yang hatinya lengah. 3) bacaan shalawat kepada Nabi Muhammad tanpa disertai rasa hormat dan niat. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad, ‘Sesungguhnya amal-amal itu harus disertai dengan niat.”

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa sesungguhnya Nabi Isa berkata kepada kaumnya, “Berpuasalah kamu 30 hari. Kemudian mintalah kepada Allah apa saja yang kamu suka, tentu Allah akan memberimu.” Maka berpuasalah mereka, setelah selesai mereka berkata, “Kalau kita bekerja pada seseorang, maka ketika selesai dia tentu memberi kita makan.”

Kemudian mereka minta kepada Allah hidangan, dan para malaikat datang dengan membawa hidangan. Hidangan itu berisi tujuh macam roti dan tujuh macam ikan. Malaikat meletakkannya di depan mereka, lalu makan orang terakhir seperti orang pertama dari mereka hidangan itu.

Ka’b berkata, “Hidangan itu turun dengan terbalik yang dibawa terbang oleh para malaikat di antara langit dan bumi. Di dalamnya terdapat segala makanan kecuali daging.”

Qatadah berkata, “Di dalamnya terdapat buah-buahan dari surga.”

Athiyah Al-Aufi berkata, “Turunlah seekor ikan dari langit yang di dalamnya terdapat segala macam rasa makanan.”

Setelah mendengar ancaman berat, yaitu firman Allah, “Barang siapa yang ingkar dari kamu setelah turun hidangan maka Aku akan menyiksanya.” Maka mereka menjadi ketakutan kalau sebagian dari mereka da yang kafir, lalu mereka mohon ampun dan berkata, “Kami sudah tidak lagi menginginkannya.” Akhirnya tidak diturunkan. Pendapat yang sahih adalah bahwa hidangan itu telah diturunkan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *