Kisah Keajaiban Sedekah

Sedekah itu merupakan sebuah kemuliaan dan dianjurkan sekali dalam anjuran islam, baik itu dilakukan oleh orang kaya maupun orang yang biasa-biasa saja (tidak terlalu kaya). Sedekah itu bisa diberikan kepada saudara, sahabat, atau orang lain yang membutuhkan.

Sedekah juga bisa dalam bentuk uang, makanan, ataupun pakaian. Ada banyak sekali kisah yang menceritakan mengenai keutamaan sedekah, seperti kisah Ali bin Abi Thalib di bawah ini.

Diriwayatkan dari Ka’b ul Ahbaar bahwa dia mengatakan suatu hari Fathimah sakit. Ketika Ali pulang ke rumah Fathimah, bertanyalah dia, “Hai Fathimah, apa keinginan hatimu pada kelezatan dunia ini?”

Fathimah menjawab, “Hai Ali, aku menginginkan sebuah delima.” Ali merenung sesaat, karena dia tidak memiliki apapun. Kemudian berdirilah dia dan pergi ke pasar. Dia berhutang satu dirham kepada seseorang dan dibelikannya sebuah delima. Lalu dia kembali ke rumah. Tetapi dia melihat seseorang yang sedang sakit terbuang di tengah jalan.

Sedekah

Kemudian Ali berhenti dan bertanya, “Apa keinginanmu wahai kakek?” orang itu berkata, “Hai Ali, aku sudah lima hari disini dan aku adalah orang yang terbuang. Orang-orang itu melewati aku dan tidak seorangpun yang mau memperhatikan aku. Hatiku menginginkan sebuah delima.”

Ali merenung dan berkata di dalam hati, “Aku hanya membeli sebuah delima untuk Fathimah. Jika aku harus memberikannya kepada orang minta-minta ini maka Fathimah tidak akan mendapatkan apa-apa. Tetapi jika aku tidak memberikannya aku berarti menentang firman Allah dalam surat Ad Dhuhaa ayat 10, ‘Dan adapun terhadap orang yang minta-minta maka janganlah engkau membentak.’

Sedang Nabi Muhammad bersabda, ‘Janganlah kamu menolak orang yang minta-minta walaupun dia berada di atas kuda.’

Maka dibelahlah buah delima itu dan diberilah orang tua itu makan. Sembuhlah orang tua itu seketika dan sembuh pula Fathimah.

Ketika Ali datang ke rumah dia merasa malu, tetapi setelah Fathimah melihatnya berdirilah dia menyambut dan mendekap ke dadanya. Berkatalah dia, “Mengapa engkau bersedih hati. Demi keagungan Allah dan keluhuran-Nya, sungguh ketika engkau memberi makan delima pada orang tua itu hilanglah keinginanku untuk makan delima.” Maka bergembiralah Ali.

Lalu datang seorang laki-laki yang sedang mengetuk pintu, Ali berdiri dan membukakan pintu. Dilihatnya Salman Al Farisi yang tangannya terdapat sebuah baki yang tertutup sapu tangan.

Salman meletakkan baki itu di depan Ali, lalu Ali bertanya, “Dari siapakah ini hai Salman?” Salman menjawab, “Dari Allah kepada Rasul dan dari Rasul kepadamu.” Lalu Ali membuka tutup dan terlihatlah di dalamnya sembilan buah delima. Lalu dia berkata, “Hai Salman, jika benar ini untukku tentu 10 buah. Karena Allah berfirman, ‘Barang siapa yang datang dengan membawa kebaikan maka baginya 10 kali kelipatannya.”

Maka tertawalah Salman, lalu mengeluarkan sebuah delima dari kantong bajunya dan meletakkannya dalam baki. Berkatalah Salman, “Hai Ali, demi Allah delima itu memang 10. Tetapi aku ingin mengujimu dengan hal itu.”

 

Sumber: Durrotun Nasihin