Keutamaan sedekah

Setiap manusia sangat dianjurkan untuk bersedekah atau beramal dengan ikhlas dan hanya mengharapkan ridha Allah swt. karena sedekah (amal) itu memiliki banyak keutamaan yang luar biasa. Banyak sekali kisah yang menceritakan mengenaik keajaiban sedekah atau amal, salah satu contohnya adalah seperti kisah di bawah ini.

Diriwayatkan bahwa Nabi Isa pernah lewat sebuah desa. Di desa itu hidup seorang tukang pintu. Berkatalah penghuni desa itu kepada Nabi Isa, “Tukang penatu itu selalu menahan air, meludahinya dan mengotorinya. Maka berdoalah kepada Allah agar tidak membuatnya dapat pulang dari tempat mana saja dia berada.”

Nabi Isa berdoa, “Ya Allah, kirimkan seekor ular kepadanya dan janganlah engkau kembalikan dia.”

Tukang penatu itu telah pergi untuk menatu pakaian di dekat air dan dia mmebawa tiga potong roti. Setelah dia berada di tempat air itu ada seorang ahli ibadah (abid) datang menghampirinya. Abid itu selalu beribadah di atas gunung di dekat sana. Bersalamlah abid itu dan berkata, “Apakah ada sedikit makanan yang dapat engkau berikan padaku atau engkau memperlihatkan kepadaku sehingga aku dapat melihatnya atau mencium baunya. Karena aku sudah tidak makan apapun sejak sekian hari.”

Diberikannya sepotong roti, maka berkatalah abdi itu, “Hai tukang penatu, mudah-mudahan Allah mengampuni dosamu dan membersihkan hatimu.” Maka diberikannya roti yang kedua dan berkatalah abid, “Hai tukang penatu, mudah-mudahan Allah mengmpuni dosa-dosamu baik yang telah lalu atau yang datang kemudian.” Diberikannya lagi roti yang ketiga kalinya dan berkatalah abid, “Hai tukang penatu, semoga Allah membangun sebuah gedung untukmu di surga.”

Tukang penatu itu pulang ke desa, dan para penghuni itu berkata kepada Nabi Isa, “Tukang penatu itu ternyata kembali lagi.” Berkatalah Nabi Isa, “Panggillah dia kemari.”

Mereka memanggil tukang penatu itu dan dia menghadap Nabi Isa. Nabi Isa berkata, “Hai tukang penatu, ceritakanlah padaku apa yang engkau kerjakan hari ini dan amal-amal kebaikan.”

Sedekah

Maka tukang penatu itu menceritakan tentang air, roti yang diberikannya dan doa-doa abid untuk dirinya. Nabi Isa berkata, “Bawa kemari tasmu itu.” Diberikannya tas itu kepada Nabi Isa dan dibukanya. Tiba-tiba di dalam tas itu terdapat seekor ular hitam yang dibelenggu dengan rantau besi.

Berkatalah Nabi Isa, “Hai ular hitam.” Ular itu menjawab, “Ya, wahai Nabi Allah.” Nabi Isa berkata lagi, “Bukankah engkau dikirim kepada orang ini?” Ular itu berkata, “Benar, tetapi datang seorang minta-minta dari gunung itu, dia minta makan dan orang ini memberinya makan. Maka didoakanlah orang ini sampai tiga kali dan di sampingnya berdiri malaikat yang mengaminkan doa itu. Maka Allah mengutus malaikat dan membelengguku dengan rantai dan besi.” Berkatalah Nabi Isa pada akhirnya, “Hai tukang penatu, mulailah beramal karena Allah telah mengampunimu.”