Keutamaan Mengucapkan Salam

Setiap umat muslim diharuskan untuk saling mengucapkan salam, karena di dalam salam ini berarti ucapan untuk saling mendoakan. Di dalam salam ini mengandung banyak sekali keutamaan, seperti yang dijelaskan di dalam Al Qur’an dan hadis.

Allah berfirman dalam surat An Nisa’ ayat 86, “Apabila kamu diberi penghormatan dengan sebuah penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan penghormatan yang lebih baik daripada penghormatan itu, atau balaslah dengan yang sama. Sesungguhnya Allah selalu menghitung atas segala sesuatu.”

Nabi Muhammad bersabda, “As-Salam adalah satu dari Asma-Asma Allah, maka syi’arkanlah salam diantara sesama kamu.”

Dalam sebuah riwayat, “Apabila seorang muslim memberi salam kepada muslim yang lain, lalu dia menjawab salam orang yang memberi salam itu maka malaikat-malaikat mendoakan rahmat pada yang menjawab itu tujuh puluh kali. Jika dia tidak menjawabnya malaikat-malaikat yang bersamanya menjawab salam itu kemudian mereka mengutuknya tujuh puluh kali.”

Abu Muslim Al Haulani pernah berjalan melewati sekelompok orang dan dia tidak mau memberi salam kepada mereka. Dia berkata, “Tidak ada yang menghalangi aku untuk memberi salam kepada mereka, kecuali aku khawatir kalau mereka tidak mau menjawab salamku lalu mereka dikutuk oleh para malaikat.”

Orang yang memulai salam

Apabila kita melewati sekelompok manusia, maka ucapkanlah salam kepada mereka. Jika kita telah mengucapkan salam kepada mereka maka wajiblah bagi mereka untuk menjawabnya.

Orang yang berjalan kaki harus memberi salam kepada orang yang sedang duduk, yang muda kepada yang lebih tua, yang berkendaraan kepada orang yang berjalan kaki, penunggang kuda kepada penunggang keledai dan orang yang datang dari belakangmu mmeberi salam kepadamu.

Orang yang menjawab salam harus mendengarkan jawabnya, karena kalau dia tidak memperdengarkan maka bukan disebut jawab. Orang yang baru masuk supaya mengucapkan salam kepada keluarganya yang ada di rumah. Jika ada orang masuk ke dalam suatu rumah yang tidak ada seorang pun di dalamnya supaya membaca “Assalaamu ‘alaina wa ‘alaa ‘ibaadillaahish shaalihiin.” Karena para malaikat-malaikat akan menjawab salamnya itu, dan berhasillah keberkatan yang banyak dan lebih sempurna.

Sumber: Durrotun Nasihin