Keutamaan Cinta Kepada Allah dan Rasul

Setiap umat manusia haruslah mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi kecintaan terhadap dirinya sendiri, karena cinta kepada Allah dan kepada Rasul memiliki banyak sekali keutamaan, seperti yang dijelaskan dalam beberapa dalil dari Al Qur’an dan Hadis di bawah ini.

Allah berfirman dalam surat An Nisaa’ ayat 69, “Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul, maka mereka akan bersama dengan orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah, yaitu pada Nabi, par shiddiqin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shalih. Sebaik-baik teman adalah mereka itu.”

Nabi Muhammad bersabda, “Barang siapa yang membaca shalawat kepadaku 10 kali ketika pagi dan 10 kali ketika sore, maka Allah akan menyelamatkannya dari terkejut di hari kiamat, dan dia akan bersama dengan orang-orang yang diberi kenikmatan oleh Allah yaitu para Nabi dan para shiddiqin.”

Firman Allah ‘Wash-shaalihiina’ yaitu mereka yang menggunakan umurnya untuk kepentingan ibadah kepada Allah, dan hartanya untuk mencari ridha Allah.

Menurut Anas bin Malik, ayat ini turun sehubungan dengan Tsauban budak yang telah dimerdekakan Rasulullah dan tidak tahan berpisah lama dengan beliau. Dia datang kepada Nabi pada suatu hari, dengan wajah pucat dan badan yang kurus serta terlihat kesedihan di wajahnya.

Rasulullah bertanya kepada Tsauban tentang keadaannya, lalu dijawabnya, “Ya Rasulullah, bukannya aku ini sakit, hanya saja aku sangat gelisah jika tidak melihat engkau, hingga aku dapat bertemu engkau. Lalu aku teringat akhirat, dan aku khawatir jika aku tidak dapat melihat engku disana. Karena aku tahu bahwa engkau akan diangkat tinggi bersama para Nabi. Jika aku dimasukkan ke surga tentu aku berada di suatu tempat di bawah tempatmu, dan jika aku tidak dimasukkan ke surga maka aku tidak akan melihatmu untuk selama-lamanya. Bagaimanakan keadaanku di akhirat nanti?”

Maka turunlah ayat “Wa man yuthi’illaaha war rasuula……”

Dari Siti Aisyah, dia berkata, “Barang siapa yang mencintai Allah tentu akan memperbanyak berdzikir kepada-Nya (menyebut dengan lidah atau mengingat dengan hatinya), sedang buahnya adalah Allah akan mengingatnya dengan rahmat dan ampunan, memasukkannya ke dalam surga bersama para Nabi dan wali, dan memuliakannya dengan melihat keindahan-Nya. Dan barang siapa yang mencintai Nabi Muhammad tentu akan memperbanyak bacaan shalawat kepada beliau, sedang buah cinta itu adalah mendapatkan syafaatnya dan menemaninya di surga.”

Nabi Muhammad bersabda, “Barang siapa yang mencintai sunnahku maka dia telah mencintaiku, dan barang siapa yang mencintaiku maka dia akan menemaniku di surga.”

Barang siapa yang menginginkan dapat melihat Nabi Muhammad, hendaklah dia mencintai beliau dengan penuh kecintaan. Sedang tanda cinta adalah mengikuti sunnahnya yang agung dan memperbanyak bacaan shalawat kepadanya. Karena Nabi Muhammad telah bersabda, “Barang siapa yang mencintai sesuatu tentu akan memperbanyak dalam menyebut (mengingat)nya.”