Keutamaan Bulan Rajab

Bulan rajab merupakan salah satu bulan dalam kalender bulan hijriah. Banyak sekali keutamaan dari bulan rajab ini, seperti yang dijelaskan di bawah ini.

Diriwayatkan dari Nabi Muhammad, beliau bersabda, “Barang siapa yang menghidupkan malam pertama dari bulan Rajab tidaklah mati hatinya pada waktu hati-hati manusia mati, Allah akan mencurahkan kebaikan di atas kepalanya dengan sepenuhnya, dia keluar dari dosanya seperti hari ibunya melahirkannya dan dia akan diterima pemberian syafaatnya pada 70 ribu dari orang-orang yang mempunyai kesalahan yang telah ebrhak disiksa neraka.”

Dari Anas bin Malik, dari Nabi Muhammad, beliau bersabda, “Barang siapa yang mengerjakan shalat sesudah shalat shalat maghrib pada suatu malam dari bulan Rajab sebanyak 20 rakaat, dibacanya dalam setiap rakaat Fatihah Kitab, surat Al Ikhlas dan sepuluh kali salam, maka Allah akan memeliharanya dan penghuni rumahnya serta keluarganya dari bala’ dunia dan siksa akhirat.”

Rajab

Segeralah bertaubat agar mendapatkan surga

Allah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 133, “Wa saari ’uu ilaa maghfiratin mirrabbikum wa jannatin ‘ardhuhas samaawaatu wal-ardhu u’iddat lilmuttaqiina.”

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu (hal-hal yang mengharuskan diampuni), dan kepada surga yang luasnya adalah seluas langit dan bumi dan disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.”

Kata Wa saari ‘uu menurut qira’ah ahli Madinah dan Syam dengan tanpa wawu, jadi dibaca pendek. Tetapi qira’ah yang lain dengan wawu.

Kata ilaa maghfiratin mirrabbikum yakni bersegeralah dan berlomba-lombalah kepada amal-amal yang menyebabkan ampunan itu. Menurut Ibnu Abbas yaitu kepada islam. dan menurut Ibnu Abbas juga yaitu kepada taubat.

Sedangkan menurut Ikrimah dan Ali bin Abu Thalib adalah langkah menunaikan semua kewajiban. Menurut Abul Aliyah kepada hijrah, menurut Adh-Dhahhak kepada jihad, menurut Muqatil kepada amal-amal yang shalih.

Dan diriwayatkan dari Anan bin Malik, amal itu adalah takbiratul ihram bersama imam.

Kata wa jannatin ‘ardhuhas samaawaatu wal-ardhu yakni kepada surga yang lebarnya seperti lebar langit dan bumi. Sedang disebutkan khusus lebarnya untuk lebih menunjukkan betapa luasnya. Sebab panjang suatu benda biasanya lebih banyak daripada lebarnya. Jadi dia berfirman bahwa demikian itu lebarnya, lalu berapa panjangnya?

Semua ini hanya kiasan saja dan bukan berarti bahwa surga itu hanya seperti langit dan bumi saja tidak yang lain lagi. Artinya seperti luas langit dan bumi yang berjumlah 7.

Anas bin Malik pernah ditanya mengenai surga, “Di langit manakah ia atau di bumi?” Dia menjawab, “Bumi mana dan langit mana yang dapat memuat surga?” Dia ditanya lagi, “Lalu dimana ia?” Jawabnya, “Di atas langit tujuh di bawah Arasy, sedang jahanam di bawah bumi tujuh.”

Keutamaan membaca shalawat

Dari Abdur Rahman bin Auf, dari Nabi Muhammad saw, beliau bersabda, “Jibril datang kepadaku dan berkata, “Ya Muhammad, tidaklah seorang membaca shalawat kepadamu kecuali mendoakannya 70 ribu malaikat. Dan barang siapa yang didoakan malaikat maka dia dari golongan penghuni surga.”

Keutamaan shalat berjamaah

Diriwayatkan dari Nabi Muhammad, beliau bersabda, “Takbir pertama yang ditemukan seorang mukmin bersama imam adalah lebih baik daripada seribu kali ibadah haji dan umrah, dia mendapat pahala seperti orang yang bersedekah seberat gunung Uhud mas atas orang-orang miskin, ditulis baginya dengan setiap rakaat sebagai ibadah satu tahun, Allah juga menulis untuknya dua kebebasan yaitu bebas dari neraka dan bebas dari kemunafikan, dan dia tidak akan keluar dari dunia sehingga dia melihat tempatnya di surga serta masuk surga dengan tanpa dihisab.”

Para ulama berbeda pendapat mengenai batas takbir pertama. Sebagian berpendapat sampai imam selesai membaca Al Fatihah. Sebagian lagi sampai imam memulai bacaan Fatihah. sedang kebanyakan ahli tafsir memilih pendapat pertama.